Jambi, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Jambi mengupayakan percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Gubernur Jambi Al Haris dalam rapat virtual bersama pemerintah pusat di Jambi, Rabu (24/9), menjelaskan percepatan pembangunan SPPG di daerah 3T bertujuan menyelaraskan pendirian dan operasionalisasi unit layanan gizi di wilayah sulit dijangkau, termasuk perbatasan.
Rapat tersebut menitikberatkan pada penyelesaian target pembangunan SPPG yang direncanakan rampung pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2025. Tahapannya mencakup percepatan verifikasi dan penyiapan infrastruktur pendukung agar masyarakat lebih mudah mengakses makanan bergizi.
Menurut Al Haris, masyarakat di daerah 3T sangat membutuhkan program MBG karena banyak di antara mereka masih hidup di bawah standar layak. Sejumlah daerah yang diprioritaskan, antara lain Jangkat dan sekitarnya, Tabir Barat (Kabupaten Merangin), serta Kabupaten Sarolangun.
Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan program MBG hingga ke desa-desa terpencil, terutama untuk anak-anak. “Program ini harus hadir di wilayah yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur berencana mengevaluasi daerah yang belum melaksanakan peluncuran program, seperti Kabupaten Bungo, Sarolangun, dan Tebo.
Dalam rapat, Al Haris mengusulkan strategi percepatan pembangunan SPPG melalui pola kerja sama dengan Koperasi Merah Putih. “Kalau boleh saya minta izin kepada Kopdes, agar mereka bisa meminjam ke Bank Himbara untuk membangun. Dengan begitu percepatan bisa dilakukan, sekaligus memberi kegiatan ekonomi bagi koperasi desa,” kata Al Haris. (mhn/bbs)







Komentar