oleh

Jasindo Dukung Langkah Baru Perasuransian di Masa Pandemi

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Pandemi COVID-19 telah menyebabkan menurunnya kinerja sektor asuransi di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa industri asuransi umum dan asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 10% dari tahun sebelumnya (per Agustus 2020). Oleh karena itu OJK meminta agar perusahaan asuransi secara simultan segera mempersiapkan strategi transformasi bisnis, layanan konsumen, mitigasi risiko serta penerapan teknologi informasi.

Kehadiran Indonesia Financial Group (IFG) dapat menjadi solusi penggerak finansial perekonomian Indonesia khususnya di bidang asuransi dan penjaminan dalam menciptakan produk dan jasa layanan asuransi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju.

Rizal Ariansyah, Direktur Keuangan dan Umum IFG menyampaikan bahwa di tengah kondisi saat ini, perusahaan asuransi harus mampu memberikan solusi dalam rangka ikut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia, dengan menciptakan produk asuransi yang lengkap dan dapat memberikan proteksi maksimal kepada masyarakat.

IFG didirikan dengan harapan dapat berperan dalam Pembangunan Nasional – Semesta – Berencana melalui pembangunan industri asuransi yang kuat dan dapat memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat. Sebagai salah satu contoh, saat ini kami melihat bahwa UMKM mengalami tekanan likuiditas yang besar akibat pandemi. Oleh karena itu, IFG melalui anggota holding, memberikan dukungan asuransi penjaminan UMKM hingga senilai Rp. 8,3 triliun per September 2020, kepada lebih dari 200,000 pelaku UMKM. Disamping itu, IFG juga memastikan agar seluruh anggota holding selalu mempertahankan level of services yang baik kepada para nasabah,” ucap Rizal Ariansyah, Direktur Keuangan dan Umum IFG.

Sementara itu Jasindo, yang merupakan anak perusahaan dari IFG juga turut berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia melalui berbagai program asuransi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sejalan dengan rencana Pemerintah untuk pemulihan ekonomi Indonesia, Asuransi Jasindo terus dipercaya oleh Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan 5 asuransi penugasan. Kelima penugasan itu antara lain, Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) yang merupakan inisiasi Kementerian Keuangan dimana Asuransi Jasindo ditunjuk sebagai ketua konsorsium sekaligus penerbit polis. Kemudian ada Jaminan Kesehatan Menteri (Jamkesmen) dan Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau (AUTSK), Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK), serta Program Bantuan Premi Asuransi Bagi Nelayan (BPAN). Kami berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat,” ucap Diwe Novara, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi  Jasindo. (smn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *