Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) mendorong subsektor ekonomi kreatif Gorontalo agar semakin kompetitif seiring pelaksanaan Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) 2025 yang dinilai konsisten dan berdampak positif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri HACF di Gorontalo, Sabtu (21/9), mengatakan bahwa konsistensi penyelenggaraan HACF dalam beberapa tahun terakhir telah banyak membantu pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif di daerah tersebut.
“Kolaborasi dengan Bank Indonesia juga luar biasa. BI terus mendorong dan meningkatkan kemampuan UMKM agar bisa naik kelas menjadi industri kreatif yang membanggakan daerahnya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mendorong produk kreatif Gorontalo agar mampu menembus pasar, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Selain subsektor fesyen, kuliner, dan kriya yang sudah berkembang, Gorontalo juga memiliki potensi besar pada subsektor lain yang diminati generasi muda. “Misalnya film, musik, aplikasi, game, hingga modifikasi otomotif. Musik Indonesia timur saat ini tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mendunia. Momentum ini bisa dimanfaatkan musisi Gorontalo dengan dukungan kita semua,” kata Riefky.
Ia menegaskan bahwa peran pemerintah daerah—mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga Bank Indonesia dan komunitas—menjadi kunci keberhasilan pengembangan subsektor ekonomi kreatif di Gorontalo.
“Tanpa dukungan semua pihak, perkembangan ekonomi kreatif di Gorontalo sulit dicapai,” tambahnya.
Riefky berharap subsektor kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Gorontalo sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mhn/bbs)







Komentar