Sekda Sumut, Togap Simangunsong. (Photo: ist).
Medan, Berita Rakyat Sumatera — Menjelang musim hujan yang diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan lima langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Langkah-langkah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, saat membuka Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Sumut sekaligus menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Bandang Akibat Bencana Hidrometeorologi Basah di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Rapat berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (9/10/2025).
Togap menjelaskan, lima langkah strategis tersebut meliputi:
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa puncak musim hujan di Sumut diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2025. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan bulanan berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi.
“Wilayah Sumut diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan signifikan dalam beberapa hari ke depan, dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Hendro.
Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG RI Fahri Rajab, Kepala BPBD Sumut Tuahta Saragih, serta perwakilan sejumlah OPD kabupaten/kota. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom. (mhn/bbs)