Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Gunung Dukono di bagian utara Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Ahad (10/8/2025) sekitar pukul 07.25 WIT. Gunung dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut itu memuntahkan abu vulkanik setinggi 800 meter dari puncak kawah. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu teramati mengarah ke barat laut.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat,” kata Bambang Sugiono, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono.
Letusan terekam seismograf milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan amplitudo maksimum 14 mm dan durasi 62,38 detik. Sehari sebelumnya, Dukono juga erupsi pada pukul 21.41 WIT, namun visual letusan tidak teramati. Saat ini, status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati Kawah Malupang dan Warirang dalam radius 4 kilometer.
Selain Dukono, Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga erupsi pada Ahad dini hari sekitar pukul 01.20 WITA. Gunung berketinggian 1.423 mdpl itu memuntahkan abu setinggi 300 meter dari puncak kawah. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 35,8 mm dan durasi 54 detik.
Gunung Ile Lewotolok saat ini berstatus Level III atau Siaga. Warga dilarang memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi. Potensi bahaya mencakup guguran atau longsoran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
“Masyarakat di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok perlu waspada terhadap ancaman lahar, khususnya di musim hujan,” ujar Fajaruddin M. Balido, petugas PGA Ile Lewotolok. (mhn/bbs)







Komentar