oleh

Tingkatkan Desa Berlistrik, PLN Berhasil Listriki Enam Desa di Mimika

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Jelang akhir tahun, PLN terus berupaya melistriki desa-desa di Papua. Kali ini, PLN berikan ‘kado natal’ berupa kehadiran listrik bagi masyarakat di 6 (enam) desa di Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua. Keenam desa tersebut adalah Desa Kokonao, Migiwia, Kiura, Mimika, Atapo, dan Apuri.

Memiliki penduduk asli dari Suku Kamoro, Distrik Mimika Barat didominasi dengan geografis berupa tanah rawa dan sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan.

Berjarak sekitar 90 km dari Timika, distrik ini dapat ditempuh selama lebih kurang 3 jam perjalanan. Dimulai dengan menempuh jalur darat sekitar 1 jam hingga Pomako, kemudian dilanjutkan menggunakan perahu selama 2 jam hingga tiba di Kokonao.

“Secara spesifik dan secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada PLN yang luar biasa karena mulai hari ini Kokonao dan lima desa lainnya terang,” ujar Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Dirinya menambahkan, upaya melistriki Distrik Mimika Barat bermula saat Ia berkoordinasi dengan PLN terkait permintaan masyarakat di distrik tersebut. “Satu minggu kemudian, pihak PLN telepon dan pastikan keenam kampung tersebut akan segera dilistriki,” tutur Johannes.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Distrik Mimika Barat, Ernestina Takati menyampaikan rasa syukurnya. “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pemda Mimika dan PLN, yang sudah membantu kami masyarakat Distrik Mimika Barat. Kami bersyukur, ini adalah penantian yang cukup lama bagi masyarakat hingga akhirnya distrik ini terang,” ucapnya.

“Walau pandemi, PLN telah berhasil membangun 1,95 kms jaringan tegangan menengah, 8,79 kms jaringan tegangan rendah, 3 unit gardu serta 1 mesin pembangkit kapasitas 1×100 kW yang merupakan relokasi dari Atsj,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas sinergitas antara PLN, Pemda dan TNI, sehingga Desa Kokonao, Migiwia, Kiura, Mimika, Atapo, dan Apuri bisa terang dan menjadi ‘kado natal’ bagi masyarakat.

Tercatat 540 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di enam desa itu dengan total 314 KK telah terdaftar sebagai pelanggan PLN dan telah memperoleh listrik. Seluruh pelanggan tersebut merupakan warga kurang mampu, sehingga biaya pemasangan listrik akan dibayarkan menggunakan dana desa.

“Ke depan, semoga dengan adanya listrik ini dapat memiliki dampak yang positif, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan, dan membangun daerahnya menjadi lebih baik,” pungkas Abdul Farid.

Dalam 5 (lima) tahun terakhir, Rasio Elektrifikasi pada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat meningkat sebanyak 46,07%. Dari sebelumnya 49,66%, sekarang sudah 95,73%. Capaian tersebut berkisar pada 1.010.531 pelanggan rumah tangga.

“Meskipun topografi Provinsi Papua dan Papua Barat didominasi oleh perbukitan, akses yang menantang dan permukiman yang tersebar, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan komitmen kita untuk terus berjuang agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara merata,” tutup Abdul Farid. (imf/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *