oleh

Banjir rusak Jembatan di Rejang Lebong

Bengkulu, Berita Rakyat Sumatera – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Yusran Fauzi menyatakan penanganan kerusakan jembatan rusak akibat banjir pada Senin (1/1) malam membutuhkan dana besar sehingga mengandalkan anggaran bantuan pemerintah pusat.

“Anggaran untuk perbaikan kerusakan jembatan yang menghubungkan Desa Dusun Sawah Kecamatan Curup Utara dengan Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup sepenuhnya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat karena anggarannya cukup besar,” katanya saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.

Dia menjelaskan, dampak banjir akibat meluapnya Sungai Musi di antara Kecamatan Curup Utara dengan Kecamatan Curup itu selain menyebabkan rusaknya areal pertanian padi dan jagung juga merusak pangkal jembatan beton yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.

Jembatan beton yang menghubungkan Desa Dusun Sawah dengan Kecamatan Curup Utara itu, kata dia, merupakan jalur alternatif penghubung kedua kecamatan baik untuk mengangkut hasil pertanian maupun lalu lintas orang.

“Untuk perbaikan sementara ini akan menggunakan dana pemeliharaan jembatan yang ada di Dinas PUPR Rejang Lebong, berupa penimbunan dan pemasangan tiang pancang dari pohon kelapa untuk menahan jalan. Sedangkan untuk perbaikan jembatannya kita menunggu anggaran dari BNPB turun yang diusulkan tahun 2023 lalu sebesar Rp3,7 miliar,” terangnya.

Menurut dia, jembatan yang nyaris terputus akibat dihantam banjir yang terjadi sudah beberapa kali sejak 2022 lalu akibat adanya sedimen atau endapan lumpur dan pasir di tengah-tengah jembatan yang mengakibatkan air sungai menggerus bibir jembatan dan menyebabkan longsor, sehingga sedimen ini harus diangkat.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong Shalahudin menjelaskan, jembatan beton yang menghubungkan Desa Dusun Sawah dengan Kelurahan Talang Benih yang terputus di bagian pangkal jembatan itu sebelumnya pada 31 Agustus 2022 lalu sempat mengalami kejadian serupa, dan kemudian dilakukan perbaikan dan penimbunan.

“Jembatan ini kemudian dilakukan penimbunan dengan tanah dan pemasangan pagar dari pohon kelapa, tapi pada 7 November 2022 lalu kembali terjadi banjir dan memutuskannya. Jembatan itu kembali diperbaiki dan bisa dilalui, namun kini kembali terputus akibat banjir 1 Januari 2024 lalu,” jelasnya.

Perbaikan jembatan itu diperkirakan akan menelan anggaran yang cukup besar sehingga pihaknya hanya bisa mengandalkan bantuan pemerintah pusat melalui dana rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB yang diajukan 2023 lalu. (jek/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *