oleh

Erzaldi Ajak Generasi Muda Jadi Entrepreneur di Era Digital

Pangkalpinang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengajak generasi muda Bangka Belitung memanfaatkan teknologi digital yang semakin canggih agar terjadinya perubahan besar dunia, termasuk mentransformasikan kehidupan manusia.

“Manusia telah dimudahkan dalam melakukan akses terhadap informasi melalui banyak cara. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda Babel untuk memanfaatkan peluang pada era digital dewasa ini. Salah satunya menjadi entrepreneur dibidang digital startup,” kata Erzaldi Rosman, di Pangkalpinang, minggu.

Erzaldi mengatakan, dalam kegiatan roadshow gerakan nasional 1.000 startup digital Bangka Belitung yang dilakukan secara virtual ini, pihaknya mengajak generasi muda Babel untuk mulai mengembangkan bisnis digital, seperti yang dilakukan anak muda Babel dengan berkreasi membuat aplikasi WALAN (Warung Berjalan), sebuah aplikasi penyedia layanan transportasi, pesan antar makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

“Saya secara pribadi dan sekaligus sebagai gubernur menyambut baik gerakan ekosistem startup di Babel yang dimotori oleh anak-anak muda dan pihak Kemenkominfo sebagai penggerak 1000 startup digital,” ungkapnya.

Dengan semakin mengikuti perkembangan digitalisasi dengan cepat di suatu daerah, maka semakin daerah itu akan berkembang. Hal ini mendorong Pemprov Babel mengambil peran terutama dalam segi pendidikan dengan mengembangkan digitalisasi dengan segera mendirikan Balai Teknologi Informasi Pendidikan di Babel agar proses pendidikan dapat berjalan cepat, tepat, efisien dan berkembang.

Erzaldi juga menekankan kepada generasi muda untuk dapat membaca peluang kedepan dengan menyelesaikan permasalahan dengan memberikan solusi-solusi yang tepat, disamping dalam mengembangkan digital startup juga membutuhkan semangat dan motivasi dalam melahirkan suatu model bisnis yang dapat mempengaruhi semua orang dan bernilai ekonomi tinggi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya dorongan dan bimbingan dari pemerintah serta akademisi yang mahir di bidangnya, serta membutuhkan kolaborasi lintas generasi yang dinamis, jika semakin cepat dilakukan maka akan mempercepat perkembangan ekosistem digital tersebut.

Termasuk sebuah startup_harus bisa memberikan problem solving bagaimana menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan mengedepankan digitalisasi terutama di era pandemi saat ini.

“Kolaborasi lintas generasi diperlukan untuk membangun komunikasi dan komitmen bersama demi memajukan ekosistem startup ini tanpa batas,” ujarnya.

Dirinya menyebut ada keunikan dalam pengembangan startup bila dibandingkan dengan bisnis-bisnis lainnya. Startup bergerak tanpa batas dan tanpa adanya diksi senioritas serta birokrasi yang berbelit-belit.

“Semakin kita kreatif, semakin startup cepat berkembang. Semakin kita bisa mengolaborasi serta bersinergi, akan semakin membuat startup menjadi bernilai,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Babel, Melati Erzaldi yang menjadi keynote speaker pada kegiatan itu memaparkan tema membangun digital ekosistem dalam pemanfaatan teknologi.

Ketua Gekraf Babel itu menjelaskan bahwa untuk menghadapi era digital, dibutuhkan komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills, selalu mencoba dan menerapkan protoype teknologi terbaru, menggali bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan, industri, dan masyarakat baru dalam peningkatan digital skills, serta menyusun kurikulum pendidikan yang memasukkan materi human digital skills.

“Saat ini, sudah saatnya kita bergeser dari konvensional ke era digital. Sudah waktunya kita aware dan melek digital karena semua situasi telah memaksa kita untuk masuk ke dalam ekosistem 4.0,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonisius Wahyu Pujianto mengatakan bahwa Gerakan 1000 Startup Digital berawal dari keinginan Presiden Jokowi ditahun 2016 untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan digital melalui sebuah program yang dapat mempercepat Indonesia menjadi negara digital melalui pertumbuhan startup lokal, sehingga kemudian lahirlah Gerakan 1000 Startup digital.

“Kominfo sebagai penggerak ekonomi digital mencetuskan Gerakan Nasional 1.000 Startup dengan tujuan menambah jumlah wirausaha di bidang ekonomi digital atau disebut juga technopreneur,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi ajang menggodok generasi muda menjadi calon startup founder (pendiri). Hal ini membutuhkan ekosistem yang kondusif dan harus ditularkan ke seluruh Indonesia yang saat ini berbasis di 20 kota yang merupakan langkah awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia yang lebih baik dan mengubah nasib bangsa. Gerakan ini sebagian besar diinisiasi oleh anak-anak muda.

Diketahui hingga saat ini, gerakan 1000 startup digital telah mencetak 3000 lebih penggerak, 85.000 calon startup founder, 400 lebih mentor dan 1.260 lebih startup yang telah dirintis. Pada tahun ini, roadshow telah dilaksanakan di 20 kota besar di Indonesia. (ojn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *