oleh

Harga Ayam Potong di Sumatera Turun 

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami penurunan dari Rp25.000 per Kilogram (Kg) menjadi Rp23.000 per Kg.

Lisa, pedagang daging ayam di Pasar Perumnas Palembang, Sabtu, mengatakan, penurunan harga daging ayam ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu.

“Harga ayam memang sejak setelah Lebaran Idul Adha, bisa dikatakan murah. Berkisar Rp25.000 per Kg,” kata dia.

Ia mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat, karena meski murah tetap saja sepi pembeli.

“Harga ayam sudah Rp23.000 per Kg ini sebenarnya sudah murah tapi tetap saja yang beli tidak banyak,” kata dia.

Senada, Rahmad, pedagang ayam potong di Pasar Lemabang Palembang mengatakan penurunan harga ayam ini sudah terjadi sejak akhir Juli 2021.

“Pasokan banyak tapi pembeli tetap sedikit walau harga sudah murah,” kata dia.

Ia pun mengalami penurunan omset sekitar 30 persen dibandingkan sebelumnya.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumatera Selatan Ismaidi Chaniago mengatakan saat ini sejumlah peternak ayam di Kota Palembang terpaksa gulung tikar karena terjadi penurunan harga akibat pelemahan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi yang menyulitkan itu membuat peternak plasma (gabungan beberapa peternak) dengan produksi 10.000 ekor dalam satu siklus (1,5 bulan) terbilang kesulitan untuk bertahan.

“Harga sudah turun, tapi serapan juga rendah. Jadi biaya produksi sudah tidak seimbang dengan pemasukan, jadi mereka terpaksa gulung tikar,” kata Ismaidi.

Harga ayam potong saat ini di pasaran berkisar Rp24.000 per Kilogram, yang sudah bertahan kurang lebih dalam sebulan terakhir di sejumlah pasar tradisional Palembang.

Dengan harga seperti itu di pasaran, artinya harga ayam potong dengan berat bersih 1,6 Kg-1,7 Kg per ekornya hanya terjual Rp13.000—Rp14.000 per Kg saat dibeli peternakan (harga di kandang).

Sementara, peternak bisa dikatakan akan mendapatkan untung jika harga di kandang berkisar Rp18.000 per ekor.

“Peternak rugi sekitar Rp5.000 per ekor, siapa yang bisa tahan. Lama-lama ya terpaksa tutup peternakan,” kata dia.

Bukannya peternak menyerah atas kondisi ini, namun upaya untuk menghadapi pelemahan daya beli masyarakat ini juga sudah dilakukan mereka dengan cara menekan biaya produksi.

Sebagian sudah mengurangi jumlah tenaga kerjanya, hingga mengurangi produksi.

Saat ini asosiasi memperkirakan terjadi penurunan permintaan sekitar 25-30 persen dibandingkan dalam kondisi normal terhadap ayam potong dari kebutuhan sekitar 120 ribu ekor per hari untuk Kota Palembang dan250 ribu ekor per hari untuk Sumatera Selatan. (rma/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *