oleh

HD: Jaga Populasi Spesies Ikan yang Hampir Punah

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru berharap dimana pertemuan Akbar ini tidak hanya akan melahirkan keilmuan spesifik tentang ikan tapi berharap akan mendapat rekomendasi guna menjaga spesies ikan tidak punah  karena sebagian besar kabupaten di Sumsel adalah hidupnya tangkapan ikan (nelayan).

Hal tersebut diutarakan pada acara membuka  Pertemuan Ke-1 Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) tahun 2023.

“Saya berharap melalui pertemuan ini, populasi spesies ikan yang sangat minim dan bahkan hampir punah  di Sumsel ini harus dijaga”, ujar Gubernur Herman Deru (HD).

HD jelaskan, kita tahu Sumsel spesies ikan banyak bahkan mungkin nomor dua setelah Jepang dan itu terlihat masyarakat Sumsel gemar makan ikan dan bahkan makanan favorit adalah ikan setelah nasi dan ini juga dapat menurunkan angka Stunting di Sumsel. hingga 6,2 persen

“Hampir punahnya  spesies ikan di alam ini bukan berarti tidak kuatnya penegakan hukum tapi terkadang Mitos lebih kuat dari pada hukum” ucap HD.

Lanjut HD, pada pertemuan ini  akan dilanjukan makan malam di Griya sangat berharap pelestarian spesies ikan terus terjaga, karena ikan udah Kawe -kawe  tidak lagi asli sudah didatangkan dari daerah lain seperti ikan belida. Maka harapan pemerintah dan masyarakat Sumsel berikan ilmunya guna  menghasilkan rekomendasi.

“Masyarakat Sumsel calak (cerdas) karena konsumsi ikan. Pertemuan ini sesuai dengan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), dimana masyarakat tidak konsumtif tapi menjadi penghasil” tutup HD.

Turut hadir Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. IPU. ASEAN. Eng, Sekretaris FP2TPKI Prof. Ir. Tri Winarni Agustini. M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Unsri Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr, Dekan Fakultas MIPA, Prof. Hermansyah, S.Si, M.Si., Ph.D dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel. (rma/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *