Muratara, Sumsel, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyatakan dukungannya terhadap program kaderisasi ulama dan sarjana Pondok Pesantren (Ponpes) Assanadiyah Desa Batu Kucing Kecamatan Rawas Ilir Kab. Muratara.
Hal itu selaras dengan program keagamaan yang menjadi salah satu konsen Gubernur Herman Deru dalam mewujudkan Sumsel religius.
“Program ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Program ini kaya akan ilmu agama dan ilmu itu akan selalu tertanam di hati,” kata HD ketika melaunching program kaderisasi ulama dan sarjana di Desa Batu Kucing, Kabupaten Muratara.
Melalui upaya tersebut, lanjutnya, tentu akan semakin mendorong perkembangan program satu desa satu rumah tahfidz yang sejak awal digagasnya.
“Di Sumsel ini sudah terdapat lebih dari 3500 rumah tahfidz. Bahkan itu melampaui jumlah desa yang ada di Sumsel ini. Namun memang penyebarannya belum merata. Saya harap, program kaderisasi ini dapat semakin menumbuhkan perkembangan rumah tahfidz di Sumsel,” ujarnya.
Bahkan dia menekankan, agar Desa Batu Kucing di Sumsel menjadi pusat Kaderisasi Ulama dan Sarjana di Sumsel.
“Saya harapkan kaderisasi ini dapat disebar luaskan untuk daerah lain di Sumsel. Desa Batu Kucing dapat menjadi pusat kaderisasi tersebut,” terangnya.
Selain melaunching Program Kaderisasi Ulama dan Sarjana, kehadiran Gubernur Herman Deru juga dijadikan langkah untuk bersilahturahmi dengan masyarakat. Dimana akibat keberadaan Desa Batu Kucing yang berada di pelosok, membuat desa itu disebut-sebut tidak pernah di datangi oleh pemimpin daerah sekelah Gubernur.
Turut hadir Wakil Bupati Muratara Inayatullah, para Kepala OPD Provinsi Sumsel dan FKPD Kabupaten Muratara. (rma/ril)







Komentar