oleh

HD: Penampung Minyak Ilegal Sumber Maraknya Ilegal Drilling Di Sumsel

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) mengikuti kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) Penanggulangan Aktivitas Ilegal Drilling dalam prespektif hukum dan Video Conference dengan Kementerian ESDM RI terkait Ilegal Migas di Provinsi Sumsel dan Provinsi Jambi.

Melalui kesempatan itu Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., IPU menyampaikan bahwa kegiatan Ilegal Drilling yang dikelola oleh masyarakat memberikan dampak kerugian terhadap negara, menyebabkan tercemarnya lingkungan disekitar sumur minyak ilegal bahkan dapat menyebabkan korban jiwa jika terjadi kecelakaan karena peralatan yang digunakan tidak sesuai standar.

Terkait hal tersebut ia mengatakan bahwa ada beberapa upaya yang akan dilakukan diantaranya pembentukan tim koordinasi penanganan aktivitas pengeboran liar sumur minyak bumi oleh masyarakat di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan dan melakukan revisi terhadap PERMEN ESDM NO.01/2008 tentang pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua.

Menanggapi permasalahan Ilegal Drilling, HD berpendapat bahwa hal ini marak terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adanya market yang menerima dan menampung hasil dari tambang minyak ilegal tersebut, Masyarakat merasa punya hak serta tidak mengetahui bahwa hal tersebut melanggar aturan pemerintah.

Selain itu HD juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel telah melakukan beberapa upaya seperti membentuk tim kerja penanganan Ilegal Drilling dan mengarahkan pekerja Ilegal Drilling menjadi petani atau peternak.

Turut hadir Pj. Sekda Sumsel, Ir. S.A Supriyono, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Dr. Ekowati Retnaningsih, SKM., M. Kes, Kadis Kominfo H. Achmad Rizwan, S. STP, MM, Karo Hukum & HAM, H. Syahrullah. (jek/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *