Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Peresmian gedung baru tersebut sebagai bentuk semangat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya di Sumsel sehingga nantinya dapat semakin bersaing.
“Peresmian gedung baru UT ini tentu menjadi catatan sejarah baru di Sumsel. Karena UT ini memang menyasar untuk semua kalangan masyarakat. Masyarakat yang tadinya memiliki keterbatasan ekonomi maupun berlokasi di wilayah yang jauh, bisa mengenyam pendidikan perkuliahan di UT ini. Jadi universitas ini memang terbuka untuk siapapun,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sistem pendidikan di UT yang berbasis daring tentu sangat membantu masyarakat. Oleh sebab itu, sangat pantas jika UT disebut-sebut sebagai role model sistem pendidikan secara daring ditengah pandemi.
Lebih lanjut dijelaskannya, sistem pendidikan yang fleksibel dan ekonomis membuat UT menjadi kampus pilihan bagi masyarakat. “Kedepan tentu ini harus kita tingkatkan. Bila perlu belajar di UT ini cukup 3 tahun dan bukan tidak mungkin kita buat terobosan warga Sumsel wajib sarjana,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UT Prof Ojat Darojat mengatakan, UT berupaya memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi ke masyarakat dimanapun berada. Dari segi ekonomi dubuat agar Uang Kuliah Tunggal terjangkau. Dan dari segi geografis yang jauh, kita akan mendatangi masyarakat tersebut.
Diakhir acara dilakukan penandatanganan MOU antara Gubernur Sumsel Herman Deru dengan Rektor UT Prof Ojat Darojat mengenai kerjasama pendidikan dan pemanfaatan internet Desa/Kelurahan.
Turut hadir Direktur UT Palembang, Dr. Meita Istianda, S.Ip., M.Si., Kadis Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs. H. Riza Fahlevi, MM., Kadis Kominfo Provinsi Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP, MM. (jek/ril)







Komentar