oleh

Sekda: Urbanisasi pengaruhi kemiskinan di Palembang

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Sekretaris Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa mengatakan perpindahan masyarakat dari desa ke kota atau urbanisasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya angka kemiskinan di kota ini.

“Sebab mereka yang datang itu tercatat dalam data sebagai pengangguran baru, itulah membuat angka kemiskinan tetap meningkat,” kata Ratu Dewa di Palembang.

Menurut dia, ada berbagai motif masyarakat melakukan urbanisasi ke Kota Palembang mulai dari sekadar perlintasan untuk keperluan dagang atau bahkan bermukim secara tetap.

Kondisi tersebut diakuinya telah berlangsung sejak lama dan merupakan sebuah kewajaran, karena Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera sekaligus sebagai kota penyedia jasa.

Meskipun demikian, ia memastikan, Pemkot terus berupaya secara optimal dalam pengendalian salah satu faktor penyebab kemiskinan tersebut.

Sekaligus juga berharap mendapatkan dorongan dari instansi terkait lintas sektoral atau organisasi lainnya karena urbanisasi dan pengentasan kemiskinan ini merupakan masalah bersama.

“Masalah ini juga menjadi pembahasan dalam Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia wilayah Sumsel fokus pada program penurunan angka kemiskinan yang saat ini sedang dievaluasi bersama,” kata dia.

Adapun berdasarkan data Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, angka kemiskinan di kota ini masih tergolong tinggi yakni sebanyak 192 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemerintah Kota Palembang menargetkan angka kemiskinan itu turun menjadi 0 persen, sebagai bagian dalam program prioritas pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023. (rmt/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *