Muara Enim, Berita Rakyat Sumatera — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukamaju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, terus menunjukkan inovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. Salah satunya melalui pengolahan limbah sampah cangkir minuman sekali pakai menjadi produk kerajinan berupa keranjang anyaman yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 Januari 2026, dengan melibatkan anggota Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 86 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
UMKM Desa Sukamaju diketahui telah menekuni usaha kerajinan ini sejak lama dengan memanfaatkan limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan. Melalui proses pengumpulan, pembersihan, pemilahan warna, hingga penganyaman, sampah cangkir minuman yang sulit terurai berhasil diubah menjadi keranjang anyaman yang fungsional, estetik, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga pelaku UMKM di Desa Sukamaju sekaligus memperkenalkan produk kerajinan tersebut agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan penjualan hasil kerajinan para pelaku UMKM.
Anggota KKN 86 UIN Raden Fatah Palembang berharap melalui kegiatan ini, UMKM Desa Sukamaju dapat semakin berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam mengelola sampah menjadi produk bernilai guna. “Semoga kegiatan yang kami selenggarakan ini dapat membantu pelaku UMKM yang terlibat dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian keluarga mereka,” ujar sandi.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa KKN. Mereka mengaku termotivasi oleh semangat dan perjuangan para pelaku UMKM Desa Sukamaju dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui kreativitas dan kerja keras.
Ke depan, diharapkan pengolahan sampah cangkir minuman menjadi keranjang anyaman ini dapat menjadi ikon UMKM Desa Sukamaju, membuka peluang lapangan kerja baru, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, serta mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan maupun perekonomian desa. (mhn/ril)







Komentar