Categories: Berita DuniaHeadline

55 Jurnalis Dilaporkan hadapi Penangkapan, Penyerangan Fisik hingga Ancaman untuk Pelaporan Covid-19

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Setidaknya 55 jurnalis menghadapi penangkapan, penyerangan fisik, dugaan penghancuran properti dan ancaman untuk pelaporan COVID-19.

Dilansir dari Aljazeera, jurnalis di negara anak benua itu menghadapi masalah dengan menjalankan kebebasan berpendapat dan berekspresi selama penguncian/lockdown di India dari 25 Maret hingga 31 Mei 2020, Kelompok Analisis Hak dan Risiko (RRAG) mengatakan dalam laporannya.

“India telah menjadi tempat paling berisiko bagi para jurnalis di dunia. Tidak butuh waktu lama bagi pemerintah dan para aktivis politik untuk menuduh para jurnalis di Negara Bollywood itu.” ujar Suhas Chakma, Direktur RRAG.

Related Post

Jumlah serangan terbanyak terhadap media dan jurnalis dilaporkan dari Uttar Pradesh (11 jurnalis), diikuti oleh Jammu & Kashmir (6 jurnalis) dan Himachal Pradesh (5 jurnalis).

Dilansir dari worldometers (15/6), saat ini jumlah kasus coronavirus Covid-19 di India menduduki posisi ke 4 di dunia dengan jumlah 332,783 orang dan dengan total kesembuhan mencapai lebih dari 50% atau sekitar 169,748 orang. (jekk/bbs)