Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumsel H Herman Deru saat meninjau lokasi pembangunan Ruas Jalan Tol Ogan Ilir – Prabumulih usai melaunching Sub Penyalur Bahan Bakar Minyak (SPBBM) Tahap Pertama dan ground breaking pertashop tahap pertama Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya.
“Pemerintah Pusat, Provinsi, Kab/Kota, dan masyarakat bersinergi untuk menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adanya jalan tol Indralaya – Prabumulih, tersambung Prabumulih-Muara Enim. Ini sudah on progres lebih kurang 30 persen,” ungkap HD.
Menurut HD, tersedianya Jalan Tol ini menjadi cara terbaik menjawab kebutuhan sarana transportasi yang semakin modern, sehingga membutuhkan jalan yang modern juga. Namun dengan adanya jalan tol, HD minta agar semua pihak juga tidak mengenyampingkan jalan-jalan yang ada saat ini.
Karena disana juga tumbuh perekonomian yang perlu dijaga. Maka antara lain caranya, untuk rest area yang ada di jalan tol Trans Sumatera di Sumsel, Ia minta untuk menggunakan ornamen dan jual beli dengan kearifan lokal.
“Saya himbau kepada investornya, Bupati Walikota untuk mempertahankan kearifan lokal, mulai dari kain khas daerah, kuliner, dan keartifan lokal lainnya. Selain itu, tampakan ornamen khas Sumsel di pintu-pintu tol dengan tanjak misalnya,” katanya.
Selain itu, HD menegaskan pembangunan tol harus berdampak bagi pengembangan ekonomi Sumsel. Karena adanya tol akan memberikan pengurangan jarak sekitar 70 persen dengan perjalan waktu yang lebih singkat menjangkau kab/kota di Sumsel. Untuk mendukung hal tersebut, HD ajak masyarakat untuk taat bayar pajak.
Turut hadir Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, Para Kepala OPD Prov Sumsel dan FKPD Kabupaten Ogan Ilir. (ojn/ril)







Komentar