oleh

OKNUM ANGGOTA DPRD PUNYA “Celengan” KASUS DUGAAN PERKOSAAN TERHADAP ANAK SMA

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Wah…Gawat kasus lama kembali di ungkit,..Diduga seorang oknum Kepala desa yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD kabupaten lahat melakukan tindakan Perkosaan terhadap Anak di bawah umur.

Kasus Pemerkosaan ini sendiri dilakukan pada Desember tahun 2013, namun sampai saat ini sayangnya kasus tersebut belum terselesaikan, dan tentunya kasus yang menimpa anak di bawah umur ini dapat menjadi Presedent buruk bagi Penyidik, apabila tidakdi selesaikan.

Laporan dugaan perkosaan yang di lakukan oleh Oknum Anggota DPRD yang saat itu menjabat sebagai kades sudah dilakukan satu minggu pasca kejadian dilaporkan di Polres Lahat dengan no laporan LP/B-1055/X11/2013/SUMSEL/RES LHT. Tanggal 31 desember 2013.

Peristiwa naas yang menorehkan trauma mendalam pada seorang gadis pelajar SMA berinisial DF ini, terjadi pada malam hari, di ceritakan oleh keluarga korban runut peristiwa perkosaan yang dilakukan oleh Oknum Kades yang Saat ini menjabat Anggota DPRD kabupaten lahat.

Peristiwa itu berawal saat malam hari DF dihubungi oleh kades via seluler mengajak untuk ikut dalam acara pertemuan karang taruna. Mendapat ajakan dari kepala desanya, DF tak kuasa menolak. Dan lagi pula pada saat itu DF muda tercatat sebagai anggota karang taruna di desanya.

Sang kades diduga sudah punya rencana lain, ketika DF menunggu di dekat rumah nya dan dijemput mengunakan mobil dan setelah masuk mobil DF lugu diberi minuman yang membuat diri DF tidak sadar. Kemudian, DF dibawa melaju menuju Kota Lahat, dan dibawah ke salah satu hotel di Kota Lahat, hingga terjadila peristiwa asusila. Pada  Malam itu, dan DF pun tidak  pulang ke rumah pada malam naas itu.

Peristiwa miris yang menimpa DF ini membuat trauma dan merusak cita cita gadis  lugu itu selain Merasa malu dengan apa yang menimpanya juga membuat DF tak menamatkan sekolah nya. Dan Sejak peristiwa itu DF meninggalkan desa hingga kini merantau dan jarang pulang. Saat ini Keluarga besar DF telah mengkuasakan perkara tersebut  tertanggal 1 mei 2020  kepada  Herman Hamzah dan Herawan.

Dan juga di ketahui sampai saat ini laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Anggota DPRD yang pada saat itu menjabat sebagai kades masih berstatus P19 berdasarkan SP2HP A.3 NOMOR 309/1V/2014/RESKRIM TANGGAL 14VAPRIL 2014.

Dalam menghadapi kasus ini Oknum anggota DPRD kabupaten lahat telah mengangkat kuasa hukum dan menyerahkan sepenuh nya pada kuasa hukumnya Rusdi hartono Somad untuk melakukan pembelaan hokum terhadap Dugaan Kasus Perkosaan yang menimpanya.

Di tempat terpisah Oktaf Riadi mantan ketua PWI sumsel menyayangkan kasus ini belum terungkap bahkan sudah sampai bertahun tahun, seharusnya kasus seperti ini lebih mudah di ungkapkan pada saat itu, dan tidak mengantung sampai selama ini ujarnya.

Oktaf yang saat ini menjabat sebagai ketua advokasi dan pembelaan PWI pusat mengatakan demi kepentingan hukum dan kepastian hukum bagi kedua belah pihak, maka kasus ini wajib untuk di ungkap tuntas, Apalagi hal ini menyangkut moralitas pejabat public dan anak di bawah umur.

“Hukum jangan di permainkan apalagi ada keberpihakan karna kalau itui sampai terjadi akan menjadi presedent buruk bagi Penyidik dan Institus POLRI sendiri,  Kalau oknum Anggota Dewan itu bersalah ya hukum dan kalau tidak bersalkah ya lepaskan,oktap juga bertanya tanya ada apa dengan penyedik saat itu koq kasusnya belum di lanjutkan sampai kemeja hijau apalagi ini menyangkut  dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur dan statusnya juga  masih Pelajar. (ojn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *