oleh

Ratusan Warga Positif Covid, Gubernur Minta Wako Palembang dan Wako Prabumulih Percepat Perwali PSBB

//Kasus Covid-19 Meningkat, Jubir: Harus Dicermati dan Jangan ditakuti

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel mengalami penambahan secara membludak. Hari ini, data se-Sumsel sebanyak 119 orang positif terjangkit Covid, 73 orang dari Kota Palembang.

Gubernur Sumsel Herman Deru, sebelumnya mengatakan, banyaknya kasus positif Covid-19 tersebut karena memang diarahkan oleh Gubernur kepada Bupati/Walikota dan Satgas agar sebanyak-banyaknya melakukan tes Swab.

“Jangan heran, mau tahu kenapa banyak terkonfirmasi positif Covid-19? Karena memang saya minta Satgas dan Bupati/Walikota lakukan Tes Swab. Dengan begitu, kita lebih cepat dapat mengidentifikasi warga yang terjangkit Coronavirus Covid-19, sehingga dapat dilakukan tindakan secepatnya,” kata Herman Deru.

Terlebih dua kota di Sumsel telah ditetapkan berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Kota Palembang dan Kota Prabumulih. “Saya minta kepada Walikota Palembang dan Walikota Prabumulih sesegera mungkin menyelesaikan Peraturan Walikota (Perwali) terkait PSBB. Bila sudah dibuat peraturannya, segera bawa ke Gubernur untuk ditindaklanjuti,” kata Herman Deru menegaskan.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, banyaknya jumlah kasus positif tersebut bukan hal yang harus ditakutkan, melainkan itu artinya gugus tugas aktif bekerja.

“Adanya penambahan kasus ini perlu dicermati. Hal itu bukan berarti itu suatu hal yang harus ditakutkan. Artinya, sejauh ini gugus tugas bekerja aktif karena bekerja sesuai standar,” kata Yusri.

Lebih lanjut ia mengatakan, ditemukan kasus positif maka harus segera dilakukan penelusuran kontak. Penelusuran ini bukan berarti hanya didata saja melainkan juga diambil spesimennya untuk di tes Swab.

“Penambahan kasus di Sumsel ini relatif terukur, kasus-kasus yang bertambah itu orang-orang yang ada kontak dengan kasus positif sebelumnya. Jadi masyarakat jangan panik, sebab dengan ditemukannya yang positif ini bisa dipetakan, dan bisa mencegah agar tidak berkeliaran.

Caranya, tentu dengan harus dilakukan karantina. Karantina ini bisa di rumah dan bisa di Wisma Atlet Jakabaring. Kalau di rumah kuncinya harus disiplin,” katanya.

“Lalu masyarakat juga harus ada rasa solidaritas, tidak boleh dibenci. Bahkan sebaiknya masyarakat gotong royong untuk memberikan bantuan konsumsi yang melakukan karantina mandiri,” pesan Yusri.

Untuk diketahui, 119 orang yang terkonfirmasi positif tersebut 73 orang berasal dari Palembang, 4 orang warga OKI, 17 orang warga Ogan Ilir 17 orang, 2 orang warga Musi Banyuasin, 8 orang warga Banyuasin, 3 orang warga Prabumulih, 3 orang warga Lubuklinggau, 5 orang warga Muara Enim, 3 orang warga OKU Timur, dan 1 orang warga OKU.

“Jadi total konfirmasi positif di Sumsel sampai hari ini berjumlah 441 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid, dr Nur Purwoko.

Sementara untuk kasus meninggal sebanyak 1 orang. “Jumlah yang meninggal juga bertambah satu orang,” tuturnya.

Di kesempatan itu, dia juga kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan anjuran pemerintah dengan menjaga jarak serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker dan diusahakan di rumah saja.

“Dikarenakan kita ini statusnya sudah menghawatirkan. Kami ingatkan agar masyarakat Sumatera Selatan selalu menjaga jarak di setiap aktivitas maupun untuk keluar dalam rangka menyiapkan bahan pangan di pasar, jangan lupa tetap memakai masker, dan dianjurkan untuk diusahakan di rumah saja untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” imbaunya. (asm/ras/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *