// Lepas Siswa-siswi ke Popprov Sumsel XII di OKU Raya
Palembang, Berita Rakyat Sumatera – SMA Muhammadiyah 6 Palembang, Senin (15/11/2021), menggelar acara pelepasan siswa-siswi mereka yang terpilih sebagai atlet hockey mewakili Kota Palembang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII di OKU Raya, 21-28 mendatang.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumsel, Drs. Ahmad Subehan, MM, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palembang, Drs. Sukarno Ys, MM, Pengawas Pembina SMA Muhammadiyah 6 Palembang, Drs Refi Indra, MM, Ketua Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Eddy Rianto, SH, MH, Sekum FHI Sumsel, Mahendra Adi Saputra, S.Pd, Ketua FHI Kota Palembang, Eko Adia Saputro. BE, S.Pd.I, para kepala sekolah, walisiswa dan sejumlah tamu undangan.
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Palembang, M. Erlan, S.Pd mengatakan, acara pelepasan ini bagian dari apresiasi dan rasa syukur karena sebagian besar atlet hockey Kota Palembang adalah anak didiknya.
“Ini bukan pertama kali anak-anak kami
mengikuti kejuaraan. Bahkan sudah sampai nasional. Setiap tahun kita ikut, cuma sejak pandemi ini saja tidak. Semoga ke depan anak-anak kami ini prestasinya makin baik,” kata Erlan.
Sementara itu, Eddy Rianto menjelaskan, pada dasarnya hockey bukan olahraga baru di Sumsel. Hockey sudah ada di Bumi Sriwijaya bahkan dari era 80-an. Hanya saja sempat vakum dan kembali hidup setelah PON 2004 di Palembang.
Beberapa tahun terakhir, kata Eddy, perkembangan hockey di Sumsel sangat luar biasa. Pada Porprov XII di Prabumulih ada enam kabupaten/kota yang ambil bagian. Sementara pada Poprov kali ini bertambah tiga sehingga menjadi sembilan daerah.
“Bapak ibu boleh bandingkan dengan provinsi lain, mungkin Sumsel satu-satunya daerah yang hockey-nya sudah tersebar di beberapa kabupaten/kota,” kata Eddy.
Menurut Eddy, satu-satunya yang menjadi kendala saat ini adalah lapangan tempat para pemain berlatih dan mengembangkan skill. Ia menegaskan, bukan tidak ada upaya untuk membuat lapangan yang layak. Pengurs FHI Sumsel sudah mengajukan pembuatan lapangan berstandar internasional ke gubernur Sumsel.
“Sudah disetujui Pak Herman Deru dan siap dibangun. Lahannya sudah siap di Jakbaring, desain dan kontraktornya sudah
siap, tapi tiba-tiba datang Covid-19. Semua jadi berantakan. Tapi, Insya Allah niat baik akan selalu mendapat ridha Allah, lapangan itu tetap akan dibangun setelah perekonomian kita pulih,” katanya.
Tak lupa Eddy juga mengharapkan, sekolah-sekolah dalam naungan Muhammadiyah terus berpartisipasi, memberi ruang
dan memfasilitasi para peserta didiknya yang berminat di vabang olahraga hockey.
“Maka pada kesempatan ini juga kami
meminta kepala SMA Muhammadiyah 6 Palembang menjadi salah satu pengurus FHI Sumsel,” kata Eddy.
Masih di tempat yang sama, Ahmad Subehan mengatakan, KONI Sumsel maupun Palembang harus menyadari bahwa potensi-potensi atlet itu adanya di sekolah. Karena itu, sudah seharusnya pembinaan dan pengembangan prestasi
atlet di sekolah mendapat porsi yang lebih besar.
“Jadi kalau kita bicara potensi atlet, ya di sekolah-sekolah Pak. Karena itu
penting kita secara bersama-sama membangun ini. Contoh, kalau tidak ada fasilitas ya kita upayakan agar ada fasilitasnya,”
kata Subehan.
Ditambahkan Sukarno, sekolah memiliki segala yang dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah dalam hal olahraga. Di sekolah banyak terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa dikembangkan untuk berbagai jenis olahraga.
“Karena itu, kalau mau mengembangkan olahraga ya di sekolah. Kami di lingkungan Muhammadiyah siap bekerja sama, termasuk memasyarakat hockey ini. Silakan hubungi Pak Erlan dan saya, kami siap berdiskusi dan menyediahkan SDM untuk dilatih menjadi pemain hockey,” katanya.
Di akhir acara, momen pelepasan siswa itu diisi dengan penampilan skil atlet yang akan berangkat ke OKU pada 22 November mendatang. Selain memperlihatkan aksi dribling dan stoping, mereka juga menunjukan kemampuan push bola ke gawang yang dijaga seorang kiper. (ojn/bbs)







Mantap hockey SMA Muh 6 palembang