oleh

Sumsel Siaga Bencana saat Pandemi

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pandemi Covid-19 yang sudah mulai mereda di Indonesia termasuk Sumatera Selatan tidak harus disikapi dengan euforia yang berlebihan. Kita harus tetap waspada dan tetap melaksanakan prokes ketat di setiap kegiatan. Terlebih saat ini Indonesia sebagai negara tropis memasuki musim penghujan.

Didasari atas keberhasilan Pemprov Sumsel dibawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam menanggulangi Pandemi Covid-19 dan Karhutla, hadir sebagai narasumber dalam dialog produktif Kabar Jumat yang disiarkan secara digital di Kemkominfo TV dengan tema Siaga Bencana ketika Pandemi.

Herman Deru yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel H Achmad Rizwan SSTP, MM ketika ditanya pemandu acara tentang bagaimana kesiapan Sumsel dalam menghadapi bencana saat Pandemi mengatakan bahwa Sumsel memiliki kondisi alam yang agak berbeda dengan Provinsi lain. Dimana setiap tahun harus menanggulangi karhutla.

“Gubernur Herman Deru bersama stakeholder terkait telah secara maksimal menanggulangi Pandemi hingga saat ini telah melandai, bahkan terkadang nol kasus konfirmasi aktif harian. Tapi tentunya tetap dilakukan sosialisasi ke masyarakaat agar tetap waspada dengan tetap menerapkan prokes. Juga untuk kesadaran vaksinasi terus ditingkatkan bahkan dengan jemput bola” jelas Rizwan.

Ditambahkan Rizwan dalam menghadapi karhutla Pemprov Sumsel telah memiliki aplikasi pemantau karhutla digital, SONGKET yabg dapat mendeteksi asal kebakarab hingga informasi titik air terdekat. Dalam hal kesiapan pangan HD juga telah mengangkat 1400 orang pendamping penyuluh pertanian untuk membantu meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu untuk.

“Pemprov Sumsel juga telah menyiapkan personil dari berbagai unsur, baik pemerintahan, POLRI, TNI beserta peralatan dalam menghadapi bencana alam yang bakal terjadi” tutup Rizwan.

Hadir juga sebagai narasumber Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Kepala Pusat Metereologi Publik BMKG Fachri Radjab. (ojn/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *