oleh

Tanggapi Keluhan Warga, POL PP Gradak Kopiloka

//Warga beri Apresiasi Ratu Dewa Sekda Kota Palembang.

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Warga Jalan Komering II Kelurahan Demang Lebar Daun menyesalkan kegiatan Café Kopiloka yang beroperasi mengganggu ketentraman warga karena mengadakan life music yang suaranya sangat mengganggu. Kafe yang beroperasi sekitar 200 meter dari RS Bunda tersebut sudah berkali-kali ditegur Ketua RT setempat tetapi masih saja tidak diindahkan.

Salah seorang warga, Edy Rianto bahkan melaporkan hal ini secara langsung ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa. ‘’Malam Jumat saja suara music dan lagu-lagu yang dinyanyikan sangat kencang terdengar hingga 300 meter.”

“Saya berharap pihak Pemkot meninjau ulang ijin kafe ini,’’ ujar Edy.

Sekda Kota Palembang pun menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga Jalan Kemuning II tersebut. ‘’Minta alamat café tersebut. Kita akan dengarkan keluhan warga,’’ ujarnya.

Tidak berapa lama, pihak Pemkot menurunkan Pol PP yang dipimpin langsung Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Heri dan langsung meminta kegiatan music life dihentikan dan menyatakan akan melihat ijin café tersebut. Heri ini juga mengingatkan agar pihak café tetap menerapkan protocol kesehatan di masa pandemic covid 19.

Ketua RT (tengah) dan Satpol PP (kanan) mendatangi langsung lokasi kafe yang kerap meresahkan warga. (Photo: brs).

Heri juga meminta pihak café tidak lagi menyelenggarakan kegiatan music yang suaranya sangat mengganggu. ‘’Silahkan gelar music tetapi pakai peredam suara jangan keluar dan mengganggu ketentraman warga,’’ ujar Heri.

Heri juga menyatakan akan memeriksa ijin pembukaan café tersebut. ‘’Besok kita periksa soal ijin keberadaan café ini,’’ ujar Heri.

Tindakan ini dipuji Edy dan menyatakan sangat berterima kasih kepada Sekda yang sangat cepat menanggapi keluhan warga. ‘’Ini pemimpin yang tanggap dan sangat respek dengan keluhan warga,’’ ujar Edy.

Ketua RT 21, RW 005 Febriasyah menyatakan sudah lima kali menegur pihak café agar mengurangi suara music yang digelar café tersebut. ‘’Saya sudah berkali-kali menegur tetapi masih saja dilakukan life music yang suaranya sangat mengganggu.”

“Kita tidak mengganggu kegiatan bisnis tetapi hargai warga kami yang bahkan ada veteran yang sudah berumur 90 tahun,’’ ujar Febri.

Sementara itu pihak Manajer Café Loka langsung menghentikan kegiatan life music dan menyatakan menerima teguran pihak Pol PP Kota.

Sementara itu, Ocktap Riady yang merupakan pemimpin redaksi media ini juga menyesalkan kegiatan café yang beroperasi dengan suara music yang sangat keras. ‘’Boleh saja berbisnis di tengah pemukiman tapi jangan membuat ketentraman warga terganggu. Seharusnya  silahkan saja cafenya dibuka dengan kegiatan main gaple,’’ ujarnya. Ocktap berharap pemerintah kota secepatnya meninjau langsung kegiatan café tersebut dan jika ditemukan pelanggaran agar secepatnya diambil tindakan tegas.

Memang saat ini menurut pantauan media ini di kota Palembang keberadaan café café semakin banyak dan hampir di setiap sudut kota ada café café baru yang hampir tiap malam dipenuhi pengunjung yang rata rata merupakan anak anak muda.

Ocktap berharap hendaknya café café tersebut tetap menerapkan protocol kesehatan di masa pandemic ini dan tetap menghargai privasi masyarakat sekitarnya dengan tidak memutar music terlalu besar. ‘’Silahkan berbisnis tetapi tolong dipikirkan warga sekitar,’’ ujarnya. (oka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *