oleh

Ternyata, Puasa Bisa Ciptakan Vaksin Tangkal Virus Corona 

Jakarta, BeritaRakyatSumatera- Lebih dari 213 negara di dunia terdampak virus corona atau COVID-19. Negara Amerika Serikat sebagai negara adidaya pun luluh lantah oleh virus ini. Indonesia pun kini tengah berperang melawan pandemi ini. 
 
Bahkan tak hanya memerangi sektor kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan hingga proses ibadah pun terdampak. 
Tapi tahukah bahwa ternyata ditengah umat muslim menjalani Ibadah Bulan Suci Ramadhan 1441 H, ternyata puasa dinilai bisa menciptakan vaksin untuk virus corona. 

Dalam rilis yang dikeluarkan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU), disebutkan orang yang puasa akan menghasilkan alternatif vaksin alami untuk mencegah terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Saat dikonfirmasi, dr Heri Munajib dari bagian pusat data dan informasi PP PDNU menjelaskan ‘vaksin’ ini terbentuk karena ada pembongkaran glukosa dari organ seperti liver, otot, dan lemak pada orang yang berpuasa. Tubuh lalu menghasilkan ketone bodies atau badan keton yang diklaim dapat memberikan kekebalan terhadap virus Corona.

“Ketone bodies ini kalau diproses lagi menjadi senyawa asetoasetat. Senyawa asetoasetat itu dia bisa memberikan kekebalan tubuh terhadap proses infeksi COVID-19,” kata dr Heri, Sabtu (25/4/2020).

“Jadi bentuk ketone bodies ini ‘menyerupai’ bentuk COVID-19. Nah oleh karena itu yang namanya sel T dan sel B ini dia akan mengenali bentuk COVID-19 karena strukturnya hampir sama dengan keton bodies. Maka dibentuklah antibodi yang sesuai khusus untuk COVID-19 dengan perantara ketone bodies,” lanjutnya.

Sebagaimana dilansir dari detik, dr Heri mengatakan proses kekebalan tubuh atas virus Corona terjadi akibat ketone bodies yang memiliki bentuk menyerupai virus tersebut dalam tubuh. Sehingga dua sel kekebalan tubuh bisa meresponnya.

“Jadi disini secara tidak langsung adalah vaksinasi alami,” pungkasnya.

Dari apa yang disampaikan dr Heri boleh jadi menjadi salah satu literatur bagaimana agar covid-19 ini segera berakhir. Apalagi umat muslim dunia tengah menjalankan ibadah puasa. Bahkan tak sedikit mereka harus beribadah dari rumah terutama di wilayah zona merah agar memutus tapi rantai covid-19. (MSI/net)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *