Meski begitu belum diketahui kualitas udara tersebut dikarenakan tidak berfungsinya Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah setempat. Namun sejumlah warga menyampaikan sepertinya itu adalah kabut asap mengingat kebakaran yang terjadi beberapa hari belakangan.
Berdasarkan pantauan Antara di Siak, Selasa kabut asap terlihat di Sungai Siak dari Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Meski begitu jarak pandang masih belum terhalang karena cuaca yang cukup cerah.
Kepala Daerah Operasional Siak Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ihsan Abdillahmenyampaikan kasuskebakaran hutan dan lahan di Siak sudah mencapai 30 Ha selama Februari 2021. Lokasi kebakaran awalnya juga di kampung Bunsur, kemudian di Sungai Mempura, Teluk Lanus, Merempan Hilir dan kampung Bunsur lagi.
Kejadian terakhir diketahui kebakaran lahan terjadi di Kampung Bunsur seluas 4 hektare, Senin (22/2). Pihaknyakesulitan memadamkan karena lahan yang semak belukar.
“Sampai sore kemarin pemadaman masih dilakukan untuk memadamkan api di bagian bawah. Lahannya juga bergambut jadi kita harus ekstra tenaga untuk melakukan pemadaman,” kata Ihsan.
Ia menyebut lahan tersebut merupakan lahan masyarakat yang berada di luar konsesi PT Arara Abadi. Penyekatan lokasi dilaksanakan sejak awal pemadaman guna menghambat jalaran api.
“Penyebabnya belum diketahui. Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan,” kata dia. (icn/bbs)







Komentar