Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Sebanyak 32 ton paha kodok asal Sumatera Selatan diekspor ke Prancis melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel. Nilai ekspor mencapai Rp5,24 miliar.
Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, mengatakan ekspor ini merupakan hasil dari pengawasan ketat dan pemenuhan persyaratan karantina sesuai standar internasional.
“Setiap produk kami pastikan berkualitas dan memenuhi syarat negara tujuan,” ujarnya, Minggu (3/8).
Ekspor ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan, terutama penangkap kodok, dan mendorong pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Tercatat sepanjang 2024, ekspor paha kodok dari Sumsel meningkat drastis hingga 405 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 17,08 ton menjadi 86,4 ton.
Produk olahan paha kodok ini diproses oleh eksportir bersertifikasi HACCP dan telah memenuhi standar ketat Uni Eropa untuk keamanan pangan. (mhn/bbs)







Komentar