oleh

Akademisi apresiasi cara Presiden agar masyarakat tak takut divaksin

Berita Rakyat Sumatera – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Dr M Adli Abdullah menilai tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 merupakan cara yang dapat membuat agar warga semakin termotivasi dan tidak takut untuk vaksinasi.

“Tindakan Presiden Jokowi itu sebagai bentuk motivasi serta sosialisasi dari pemerintah agar rakyat tidak takut divaksin,” kata Adli Abdullah di Banda Aceh, Rabu.

Dosen Fakultas Hukum USK itu menyebutkan suatu contoh yang baik yang dilakukan Presiden Jokowi, mau menjadi orang pertama untuk disuntik, sehingga berdampak pada meningkatnya kepercayaan warga bahwa vaksin itu aman.

Apalagi, kata dia, Presiden Jokowi melakukan vaksinasi setelah adanya fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 2 tahun 2021 tentang Produk Vaksin COVID-19 dari Sinovac Life Co.LTD China dan PT Bio Farma Persero.

“Tindakan Jokowi harus ditiru oleh aparatur negara lainnya dalam mengajak warga negara untuk melakukan vaksin, bukan melakukannya dengan cara ancaman, menakut-nakuti dengan berbagai peraturan dan cara-cara pemaksaan lainnya,” kata Adli.

Selain itu, dia menambahkan untuk Aceh dan wilayah lain yang mayoritas Muslim, juga harus melibatkan ulama yang dekat dengan masyarakat untuk terus melakukan sosialisasi terkait vaksinasi, agar rakyat tidak terprovokasi dengan berita palsu atau hoaks.

“Kemenkes atau pemerintah daerah harus banyak memproduksi video pendek imbauan vaksin dari ulama atau tokoh masyarakat, supaya masyarakat tidak takut dengan vaksin,” katanya.

Hal senada juga diutarakan Pengamat Kebijakan Publik Aceh Dr Nasrul Zaman yang menilai bahwa tindakan Presiden Jokowi sebagai orang perdana disuntik vaksin, menjadi hal yang dapat ditiru oleh pejabat lain di setiap daerah.

“Bagus ini, dan ini bisa menjadi contoh bagi setiap pejabat bagi warga yang dipimpin. Ini diperlukan karena rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap manfaat vaksin terutama Sinovac itu,” katanya. (icn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *