oleh

DPRD minta Pemda Kepri bantu pelaku UMKM go digital

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sirajudin Nur meminta pemerintah daerah setempat membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk “go digital” agar semakin berkembang pada 2024.

“Mengingat pentingnya peran UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa, pemerintah dan masyarakat perlu mengambil peran untuk membantu UMKM berkembang,” kata Sirajudin Nur di Tanjungpinang, Kamis.

Menurutnya UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia, karena memberikan sumbangan besar terhadap produk domestik bruto sebesar 61,1 persen, penyerapan tenaga kerja 97,1 persen, dan ekspor 14,4 persen.

Legislator Komisi IV itu menyebut banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendorong UMKM supaya terus berkembang, antara lain dengan ikut membantu pelaku UMKM mendapatkan dukungan platform digital sebagai sarana promosi, pemasaran dan manajemen mutu produk.

Dengan bertransformasi ke dunia digital, katanya, produk-produk dan layanan UMKM lokal bisa lebih dikenal serta menjangkau pasar yang lebih luas.

“Platform digital ini mestinya bisa disubsidi pemerintah dengan menyediakan aplikasi aplikasi bisnis secara gratis bagi pelaku UMKM, termasuk menyediakan marketplace bagi UMKM lokal Kepri,” ujarnya.

Sirajudin juga menyampaikan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan UMKM di Kepri saat ini adalah akses pasar dan modal. Produk UMKM Kepri masih sulit berkembang dan bersaing dengan produk UMKM nasional yang secara masif melakukan kampanye digital di semua platform media sosial.

“Produk UMKM kita masih sulit bersaing di pasar, karena masih konvensional dan minim modal pengembangan. Ini bisa kita siasati dengan membantu menyediakan dukungan berupa platform digital gratis, riset, pelatihan pemasaran, marketplace, dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, Sirajudin juga meminta pihak perbankan nasional hingga korporasi besar dapat mendukung pengembangan usaha kecil menengah di Kepri melalui kemudahan akses permodalan dan pendampingan usaha melalui pelatihan dan pendampingan manajerial.

“Saya juga mengajak semua masyarakat untuk aktif membantu mempromosikan produk dan usaha usaha lokal yang ada di Kepri melalui saluran media sosial,” ucap Sirajudin.

Ia mengatakan bahwa Kepri memiliki banyak produk UMKM dan berpotensi besar untuk dikembangkan, hanya saja promosinya masih sangat terbatas. Beberapa produk UMKM andalan Kepri di antaranya fashion, kriya, dan aneka makanan khas laut.

Ia pun berharap ke depan UMKM di kepri bisa menembus pasar-pasar mancanegara, khususnya yang terdekat adalah Singapura dan Malaysia.

“Kepri ini kan berbatasan dengan dua negara itu. Harus bisa dimanfaatkan potensi ini untuk mengakses pasar luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi menyatakan pihaknya menurunkan relawan digital guna mendampingi pelaku UMKM memasarkan produk mereka secara daring dan terlibat di pasar digital. Total ada sekitar 176 ribu pelaku UMKM di Kepri.

Relawan digital ini terdiri dari pemuda atau mahasiswa yang cakap digital untuk membantu pengembangan UMKM di kabupaten/kota se-Kepri.

“Mereka melatih pelaku UMKM bagaimana desain produk yang bagus, hingga cara pemasaran di marketplace melalui perangkat digital, seperti smartphone dan laptop,” kata dia.

Dengan bantuan relawan digital, diharapkan produk-produk UMKM Kepri tidak cuma dipasarkan dalam negeri, melainkan berorientasi ekspor. Terlebih, letak geografis Kepri berdekatan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Ia mencontohkan produk UMKM di Kota Batam yang terus didorong bisa menembus pasar Singapura, mengingat jarak kedua wilayah itu hanya sekitar 45 menit menggunakan transportasi laut.

“Itu yang fokus kami kejar saat ini, dengan melibatkan kerja sama semua stakeholder terkait,” kata Riki.

Riki menyebut upaya ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bahwa sektor UMKM harus didorong untuk naik kelas, dari memasarkan produk secara konvensional, pelan-pelan mulai beralih menggunakan perkembangan teknologi digital. (mhn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *