oleh

Komisi VI DPR Desak Pemerintah Kontrol Hoaks Vaksin

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah agar dapat mengontrol berita bohong (hoaks) yang beredar mengenai vaksin Covid-19 untuk menghindari keraguan masyarakat terhadap program vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah. Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih meminta pemerintah menghindari blunder yang tidak perlu karena menurutnya masyarakat hari ini sangat sensitif.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN dan Direktur Bio Farma beserta jajaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Abdul Hakim mengatakan agar pemerintah dapat mengatasi permasalahan disinformasi berita kepada masyarakat secepatnya untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

“Inikan vaksin sangat sensitif, dan beberapa kejadian kemarin terkait vaksinasi menurut saya ada blundernya juga, yang pertama peluncuran vaksin itu yang seremonialnya kayak kondangan, kemudian yang kedua soal influencer yang diundang ke Istana Negara. Jadi saya melihat ada gap komunikasi ke publik yang ini perlu diatasi lebih baik lagi,” terangnya.

Politisi Fraksi PAN ini menerangkan bahwa informasi hoaks dapat semakin mudah disebarkan ke publik, apabila tidak ada penyampaian informasi yang clear dari pemerintah. “Narasi tentang perbedaan kriteria vaksin dan mengenai jumlah penyebarannya itu harus disampaikan ke publik dengan jelas, dengan transparan, biar di bawah itu tidak gaduh,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan permasalahan beredarnya informasi hoaks vaksin ini adalah mengenai wadah penyampaiannya. Aplikasi perpesanan dan media sosial seperti Whatsapp, Telegram, Facebook dan lainnya dianggapnya telah dimanfaatkan beberapa oknum untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, sehingga harus cepat diatasi.

“Harapan saya, Bio Farma dan Kementerian BUMN jauh lebih optimal untuk melakukan sosialisasi memerangi hoaks ini. Kalau kita mendengar keterangan (dari pemerintah), kita tidak usah ragu lagi, bahwa vaksin Sinovac maupun vaksin lain yang akan kita beli di 2021 ini Insya Allah memang inilah vaksin yang bisa menghadapi Covid-19,” imbuhnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mendorong pemerintah segera melawan berita-berita hoaks yang muncul mengenai vaksin. “Sosialisasikan yang tepat, karena sekali lagi vaksin ini bukan masalah ketidakmampuan vaksin kita, melainkan soal vaksin Covid ini yang saya lihat adalah informasi hoaks yang terlalu berlebihan dan membahayakan bangsa dan negara kita,” tandas Andre. (jek/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *