Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan bangsa saat menghadiri Maulid Akbar Tarekat Khalwatiyah Samman di Pondok Pesantren Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/9).
“Umat Islam harus cinta Tanah Air. Negeri ini diperjuangkan dengan cucuran darah para pendahulu kita. Karena itu, kita harus kompak, bersatu, dan tidak mudah dipecah belah,” ujar Menag Nasaruddin di hadapan ribuan jamaah.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan kehidupan beragama dengan tidak mudah menghakimi. “Jangan gampang menyebut ajaran orang lain sesat, bid’ah, atau musyrik. Banyak jalan menuju Tuhan,” tambahnya.
Menag juga mengibaratkan tarekat sebagai jalan khusus yang tidak banyak dilalui orang. “Tarekat itu jalan sunyi, bukan jalan umum. Karena itu, perlu ada mursyid sebagai penuntun,” jelasnya.
Di era digital, Menag mengingatkan jamaah agar bijak menggunakan teknologi. “Jangan jadikan ponsel sebagai iblis. Jangan lebih sering membuka ponsel dibanding Al-Qur’an. Apalagi digunakan untuk memfitnah. Hindari fitnah,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Menag turut menceritakan sejarah Tarekat Khalwatiyah di Indonesia, termasuk kisah pribadi keluarganya. Ia menyebut kakeknya merupakan salah satu pendiri Khalwatiyah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Tarekat Khalwatiyah merupakan tarekat resmi, berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah, bermazhab Syafi’i, dan bukan ajaran sesat. Peranannya juga besar dalam perjuangan melawan penjajah,” tutur Menag.
Ia menambahkan, tujuan utama bertarekat bukanlah mengejar kebesaran duniawi, melainkan kebaikan dunia dan akhirat. Menag pun berharap para orang tua mempercayakan anaknya untuk dididik dalam lingkungan pesantren. (mhn/bbs)







Komentar