Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/9). Rapat ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari transisi energi hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Turut serta pula Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menkop UKM Ferry Juliantono, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.
“Dipanggil beliau (Presiden Prabowo), salah satunya untuk rapat terbatas mengenai energi,” kata Airlangga usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan.
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menambahkan, selain isu transisi energi terbarukan, presiden juga menekankan solusi atas kelangkaan BBM yang sempat terjadi di beberapa SPBU swasta.
“Semua akan dibahas dan disampaikan oleh menteri terkait. Kita cari solusi terbaik,” ujarnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, SPBU swasta yang kekurangan pasokan diminta segera berkolaborasi dengan Pertamina agar distribusi BBM tidak terganggu.
“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Cabang industri yang vital harus tetap dikendalikan negara agar masyarakat terlindungi,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, pemerintah telah menambah kuota impor BBM untuk SPBU swasta sebesar 10 persen pada 2025 guna mengantisipasi kelangkaan. Selain itu, Bahlil telah menugaskan tim khusus bersama Pertamina untuk mengawasi penyaluran BBM di lapangan. (mhn/bbs)







Komentar