oleh

Puasa, kok Perut Tambah Buncit

Palembang, BeritaRakyatSumatera – Selama puasa lumrahnya berat badan menurun. Namun tak sedikit orang yang justru berat badannya naik. Perutnya jadi buncit.

Supaya berat tak terus naik dan bisa memicu penyakit, mengetahui penyebab perut buncit saat puasa coba cek delapan faktor ini, mungkin menjadi penyebabnya.

Berikut penyebab perut buncit saat puasa Ramadan, dilansir dari berbagai sumber.

1. Tidak ada perencanaan

Melansir Al Arabiya, cobalah atur rencana makan sehat Anda dengan porsi seimbang dan menu bergizi. Seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ayam atau ikan tanpa lemak.

Selain makanan, jadwalkan aktivitas rutin misalnya, meluangkan waktu untuk olahraga ringan sebelum berbuka puasa, jam bangun dan tidur, dan sebagainya.

2. Dehidrasi

Cukup minum bisa mengendalikan keinginan ngemil dan makan banyak saat sahur dan berbuka puasa. Memang ketika puasa Anda tidak bisa minum dalam 12-13 jam. Namun tak mustahil menjaga tubuh tetap terhidrasi, meningkatkan kerja pencernaan, sekaligus menurunkan berat badan.

Minumlah setidaknya delapan gelas air selama jam-jam nonpuasa. Anda bisa menjadwalkannya dengan minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas air di waktu antara buka dan sahur, dan dua gelas saat sahur. Agar tak sering-sering buang air kecil dan memperparah dehidrasi, batasi mengonsumsi kopi, teh, dan soda.

3. Kalap saat berbuka

Bagi sebagian orang, kumandang azan Magrib layaknya panggilan untuk ‘balas dendam’. Alhasil, saat berbuka langsung mengambil apa saja yang disajikan, baik itu goreng-gorengan, roti, minuman dan makanan manis, bahkan dalam jumlah besar.

Kontrol diri Anda untuk tidak memanfaatkan buka puasa sebagai ajang balas dendam. Mulailah minum dan makan yang ringan dengan porsi kecil dengan melakukan tindakan yang dicontohkan Rasulullah SAW, sebagaimana dikutip dalam beberapa hadis:

“Apabila seseorang dari kalian berbuka puasa, hendaklah berbuka dengan kurma. Sesungguhnya kurma itu mengandung berkah. Apabila tidak mendapatkan kurma, hendaklah berbuka dengan air putih, karena air mensucikan.”

Setelah berbuka, jika ingin melanjutkan makan dengan porsi tak berlebihan, gunakan patokan porsi makan siang atau makan malam Anda biasanya. Selain itu, makanlah makanan yang menyehatkan dengan banyak kombinasi sayuran dan daging tanpa lemak.

Untuk asupan karbohidrat kompleks, bisa memilih nasi merah ketimbang nasi putih. Nasi merah dapat menstabilkan gula darah dan mencegah makan berlebih.

4. Gula berlebih

Kolak, es buah, biji salak, es teh manis, es sirup, dan hidangan manis lainnya sudah menjadi tajil khas berbuka puasa Ramadan. Bayangkan jika selama 30 hari Anda terus-menerus mengonsumsi kudapan tinggi gula itu?

Konsumsi gula berlebih adalah penyebab utama obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit lainnya. Semakin sedikit gula yang dikonsumsi akan semakin baik. Bahkan makan buah sekalipun tetap harus dikonsumsi dalam takaran sedang.

Sebab jika makan makanan tinggi gula akan menaikkan insulin, bahkan tubuh bisa menjadi resisten insulin (pra-diabetes). Dengan demikian tubuh harus mengeluarkan lebih banyak insulin setiap kali makan gula dan karbohidrat. Sebagai hasilnya badan terus bertambah gemuk, perut semakin membuncit.

Jika Anda ingin berat badan stabil atau turun saat puasa, jauhkan makanan-makanan manis itu dari pandangan Anda. Lebih baik minum air putih atau teh dan kopi tanpa gula dalam jumlah sedikit.

5. Makan makanan tinggi lemak

Tak semua lemak itu buruk bagi kesehatan tubuh. Penyebab perut buncit saat puasa adalah lemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak jahat yang ditemukan pada makanan goreng dan cepat saji (fast food).

Selain itu, makanan cepat saji juga mengandung tinggi garam. Konsumsi garam yang tinggi terkait dengan penumpukan lemak tubuh khususnya di bagian perut.

Olah hidangan sahur dan berbuka dengan cara yang lebih sehat dengan ditumis pakai minyak zaitun, dipanggang, dikukus, atau direbus. Serta batasi jumlah garam pada setiap masakan.

Sementara, tetap konsumsi makanan yang mengandung lemak baik seperti alpukat, telur, ikan yang juga padat nutrisi. Kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak baik yang bisa menjadi pilihan camilan malam. Anda juga jangan tergiur dengan label “low fat/rendah lemak”.

Biasanya produk makanan rendah lemak dicampur pemanis atau sirup jagung tinggi fruktosa.

6. Malas bergerak adalah penyebab perut buncit saat puasa

Puasa sering kali menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas dan cenderung bermalas-malasan. Tapi, tubuh akan terasa lebih lemas jika tidak banyak bergerak, bukan sebaliknya.

Membuat tubuh aktif bergerak tak melulu harus berolahraga intensitas tinggi. Niat olahraga selama puasa bukan untuk menghilangkan lemak, melainkan untuk menguatkan otot dan melenturkan sendi.

Cukup dengan aktivitas jalan santai, naik-turun tangga, membersihkan rumah, berkebun, yoga, berenang, atau coba push up, squat, pull up, dan plank agar tubuh tetap bugar saat puasa.

Supaya kegiatan olahraga lebih menyenangkan dan tak membuat stres, lakukan bersama anggota keluarga. Anda akan lebih mudah untuk konsisten berolahraga jika menikmatinya.

7. Melewatkan sahur

Sebagian orang melewatkan sahur karena tak ada nafsu makan sama sekali seketika bangun tidur. Tapi ini bukan alasan untuk tidak makan sahur sama sekali. Anda harus tetap makan sahur agar punya cukup nutrisi dan energi untuk menjalankan puasa seharian.

Tidak sahur hanya akan memperburuk rasa lapar pada siang hari dan membuat lebih rentan makan berlebihan saat berbuka. Alternatifnya, pilih menu sahur yang tinggi protein seperti tempe, tahu, dada ayam fillet, alpukat, telur, brokoli, oatmeal, keju, ikan, udang, kacang, susu, atau yoghurt.

Selain itu, kurangi kadar garam dalam makanan untuk menghindari rasa haus pada keesokan harinya.

8. Kunyah dan makan perlahan

Setelah berpuasa selama belasan jam, orang seringkali tidak mampu menahan godaan untuk mencicipi segala makanan dengan cepat saat berbuka puasa. Selain porsi besar, makan yang tidak dikunyah dengan benar juga bisa menyebabkan badan semakin melar.

Apabila tak ingin perut membuncit, nikmati makanan secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Mengutip situs online, mengunyah adalah salah satu aspek paling fungsional dari pencernaan kita, namun karena berbuka puasa adalah momen yang paling ditunggu, kita cenderung tak sabar dan makan dengan cepat.

Sebenarnya, tanpa mengubah pola makanan secara drastis, dengan mulai memperhatikan makanan yang ada di mulut dapat menjadi cara ampuh mencegah perut buncit. Padahal mengunyah dengan lambat sama saja memakan waktu yang lebih lama, sehingga Anda akan makan dengan porsi yang lebih sedikit. (rama/ojan/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *