oleh

Alhamdulillah, 6.267 JCH Sumsel Lunas BPIH, Kepastian Haji Tunggu Arab Saudi

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Antuasias Jemaah Calon Haji (JCH) Sumatera Selatan untuk menunaikan rukun Islam kelima naik haji ke Baitullah sangat tinggi. Terbukti, walau masih wabah Covid-19, namun JCH Sumsel yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441 H/2020 M untuk tahap I saja sudah lunas 90 persen jemaah atau sebanyak 6.267 JCH.

Peta Kuota Haji Indonesia.

“Alhamdulillah, dari sebanyak kuota haji Sumsel untuk jemaah calon haji sebanyak 6.960 orang, tercatat 6.267 JCH Sumatera Selatan telah melakukan pelunasan. Sudah 90 persen jemaah lunas biaya haji. Sedangkan untuk Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sampai penutupan tahap satu belum ada yang melakukan pelunasan,” kata Kakanwil Kemenag Sumsel, Dr. HM. Alfajri Zabidi, melalui Kasubbag Umum dan Humas, Dr. Saefudin, sebagaimana dilansir tim Kemenag Sumsel.

Sebenarnya, kuota Sumsel tahun ini sebanyak 7.012 orang, rinciannya sebanyak 6.960 JCH dan 47 petugas haji daerah, dan 5 orang pembimbing KBIHU. Nah, bagi yang belum melakukan pelunasan akan diberikan kesempatan pelunasan pada tahap kedua yaitu pada tanggal 12-20 Mei 2020.

“Pelunasan tahap kedua ini dibuka untuk jemaah yang berhak melunasi, namun mengalami gagal pembayaran karena sistem saat tahap pertama. Selain itu, mereka yang berhak melunasi pada tahap kedua adalah pendamping Lansia, penggabungan mahram, serta jemaah disabilitas dan pendampingnya. Tahap dua juga untuk PHD dan pembimbing dari KBIHU,” kata Saefudin, menegaskan.

Secara umum, lanjut Saefudin, pelunasan tiap Kabupaten/Kota se-Sumsel sudah di atas 84 persen. Hanya Kabupaten OKU Selatan yang persentase pelunasannya baru pada angka 75 persen. Adapun lima kabupaten dengan persentase jemaah terbanyak yang melakukan pelunasan adalah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 99 persen, Lahat 98,3 persen, Banyuasin 97,5 persen, Empat Lawang 97,4 persen, dan Kota Pagaralam 95,5 persen. “Dari sisi jumlah, masih ada 693 jemaah yang belum melakukan pelunasan,” kata Saefudin.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengkonfirmasi 25 negara dengan jemaah terbanyak, termasuk Indonesia yang merupakan jemaah haji terbanyak di dunia, tentang kesiapan jemaah calon haji dan petugas untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Pentingnya konfirmasi itu mengingat saat ini masih terjadi wabah Coronavirus Covid-19 di seluruh negara.

Namun, bila naik haji tetap dilaksanakan tahun ini, dipastikan seluruh proses pemberangkatan jemaah dari Tanah Air hingga prosesi ibadah di Tanah Suci tetap mengikuti protokol standar penanangan Covid-19.

Pemerintah Arab Saudi dan beberapa negara di Timur Tengah mulai mengubah status Lockdown menjadi status seperti biasa, namun standar umum seperti memakai masker, cuci tangan, hand sanitizer, dan Physical Distancing tetap dianjurkan. Dengan mulai dibukanya Haramain: dua kota suci umat Islam yaitu Mekah (Masjidil Haram) dan Madinah (Masjid Nabawi), jemaah dapat masuk Tanah Suci baik di Mekkah Almukaromah maupun di Madinah Al Munawwaroh. (Jekki/rel/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *