Bengkulu, Berita Rakyat Sumatera — Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, secara resmi melepas keberangkatan 15 siswa SMKN 5 Bengkulu Utara yang akan mengikuti Program Kerja (Proker) Magang ke Jepang, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk menimba pengalaman internasional.
Acara pelepasan berlangsung di kediaman pribadi Wakil Gubernur dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan sekolah, serta orang tua peserta. Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi tersebut, mengingat para siswa yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat yang melibatkan lembaga mitra dari Jepang.
“Pagi ini kita memberangkatkan anak-anak kita yang telah terseleksi dari SMKN 5 Bengkulu Utara untuk magang ke Jepang. Kegiatan ini diawali dengan pendidikan bahasa selama enam bulan di Tasikmalaya sebelum benar-benar berangkat ke Jepang,” ujar Mian dalam sambutannya.
Ia menegaskan, program magang ke luar negeri merupakan salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi pelajar agar mampu bersaing di tingkat global. Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran nilai kedisiplinan dan etos kerja tinggi khas budaya Jepang.
Dalam kesempatan itu, Mian berpesan agar para peserta menjaga semangat, nama baik daerah, serta percaya pada kemampuan diri sendiri. Ia mengutip pesan pahlawan nasional Abdul Muis: “Orang bisa, kenapa kita tak bisa.”
“Pesan ini harus tertanam di hati kalian. Saya punya ponakan di Sumatera Utara, dulu juga magang seperti kalian, kini sudah bekerja di perusahaan Toyota di Jepang. Padahal orang tuanya hanya berjualan miso. Artinya, dengan semangat dan kerja keras, tidak ada yang mustahil,” ungkapnya memberi motivasi.
Mian juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memfasilitasi program peningkatan kompetensi pelajar dan tenaga kerja muda. Salah satu bentuk dukungan nyata, katanya, adalah pembebasan biaya pembuatan paspor bagi peserta yang berangkat melalui jalur resmi pemerintah provinsi.
“Apabila mereka berangkat melalui Provinsi Bengkulu, sesuai komitmen saya dan Pak Gubernur, biaya paspor akan digratiskan dan diproses langsung di kantor PJ TKI,” tegasnya.
Ia berharap, melalui program magang ke Jepang ini, para siswa dapat membawa pulang pengalaman, ilmu pengetahuan, dan semangat kerja keras yang bermanfaat untuk membangun daerah.
“Ini bukan sekadar magang, tapi kesempatan besar untuk belajar, membentuk karakter, dan menjadi duta Bengkulu di negeri orang,” pungkasnya. (mhn/bbs)







Komentar