Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Polemik rencana pengadaan dua unit meja biliar senilai Rp486,9 juta dalam APBD Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi dibatalkan oleh Sekretariat DPRD Sumsel.
Tidak hanya itu, rencana pembelian alat gym untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, dengan anggaran Rp395 juta juga turut dihentikan.
Pembatalan tersebut dilakukan setelah muncul sorotan publik terhadap rencana penggunaan anggaran tersebut yang sebelumnya tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per 7 Maret 2026.
Berdasarkan data yang tercantum, pengadaan meja biliar awalnya dialokasikan untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta dan untuk rumah dinas Wakil Ketua III sebesar Rp335,9 juta, sehingga total anggaran yang disiapkan mencapai Rp486,9 juta.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menyatakan telah meminta Sekretaris DPRD (Sekwan) untuk memberikan klarifikasi atas rencana pengadaan tersebut. Ia menegaskan bahwa rencana itu masih dalam tahap perencanaan dan belum ada realisasi pembelian.
“Tadi saya sudah menghubungi Sekwan untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Perlu diketahui bersama bahwa semua itu masih dalam tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ujar Andie, Selasa (10/3/2026).
Andie yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel menjelaskan, rencana pengadaan meja biliar tersebut semula dipertimbangkan sebagai fasilitas alternatif bagi atlet biliar Sumatera Selatan untuk berlatih.
Meski demikian, ia mengakui adanya kekhawatiran masyarakat terkait prioritas penggunaan anggaran daerah. Menurutnya, setiap rencana pengadaan harus mempertimbangkan urgensi serta manfaat yang dihasilkan.
“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut. (mhn/ril)







Komentar