Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, menyampaikan klarifikasi terkait isu rencana pengadaan meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel yang belakangan menjadi perhatian publik dan media.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Andie menegaskan bahwa pengadaan tersebut hingga kini masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki proses realisasi ataupun pembelian.
Ia mengapresiasi perhatian serta masukan dari insan pers terhadap rencana pengadaan fasilitas tersebut. Menurutnya, setelah pemberitaan mencuat, dirinya segera berkoordinasi dengan Sekretaris DPRD guna memperoleh penjelasan secara rinci terkait rencana dimaksud.
“Saya mengucapkan terima kasih atas masukan dari rekan-rekan media. Terkait rencana pengadaan meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel, saya telah menghubungi Sekretaris Dewan untuk meminta klarifikasi,” ujar Andie.
Andie menekankan bahwa sampai saat ini belum ada pembelian meja biliar yang dilakukan oleh DPRD Sumsel. Seluruh proses masih sebatas perencanaan awal.
Ia menjelaskan, rumah dinas pimpinan DPRD kerap dimanfaatkan untuk menerima tamu dalam suasana nonformal, baik tokoh masyarakat maupun kalangan olahraga. Selain menjabat sebagai Ketua DPRD Sumsel, Andie juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Selatan.
Dalam konteks tersebut, rencana penyediaan fasilitas biliar awalnya dipertimbangkan sebagai sarana penunjang kegiatan nonformal, termasuk saat menerima tamu dari kalangan atlet maupun komunitas olahraga biliar.
Meski demikian, Andie menegaskan bahwa pihaknya memahami sensitivitas masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Oleh karena itu, setiap rencana pengadaan akan dikaji kembali secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek urgensi, efisiensi, serta skala prioritas kebutuhan.
Ia memastikan keputusan akhir akan diambil dengan mengedepankan kepentingan publik dan manfaat yang nyata.
“Apabila dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat signifikan, maka rencana tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” tegasnya.
Andie juga menegaskan komitmen DPRD Sumsel untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran serta tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat maupun media. (mhn/bbs)







Komentar