oleh

DPRD Sumsel Serukan Perluasan Program Positif untuk Anak Seiring Pembatasan Akses Internet

Berita Rakyat Sumatera – Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membatasi akses anak terhadap media sosial dan platform game online mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Anggota DPRD Sumatera Selatan, Fajar Febriansyah, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan yang melarang anak di bawah usia 16 tahun mengakses media sosial dan internet secara bebas. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk melindungi anak dari berbagai dampak negatif dunia digital yang semakin kompleks dan sulit dikendalikan.

“Bukan hanya media sosial, penggunaan game online juga perlu dibatasi waktunya agar anak-anak tidak terlalu lama berada di dunia digital,” ujar Fajar, Minggu.

Politisi dari Partai Amanat Nasional ini menilai pembatasan akses digital bagi anak sejatinya bukan hal baru. Sejumlah negara maju telah lebih dulu menerapkan aturan serupa dalam upaya menjaga generasi muda dari konten digital yang tidak sesuai. Beberapa negara yang telah menerapkan pembatasan akses internet bagi anak antara lain Australia, Amerika Serikat, China, dan Prancis.

Fajar menegaskan, kebijakan pembatasan akses sangat penting karena masih banyak konten di media sosial yang tidak layak dikonsumsi oleh anak, meskipun platform digital telah menerapkan sistem penyaringan.

Selain itu, menurutnya anak-anak perlu lebih banyak berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar ketimbang terus berada di dunia maya.

“Anak-anak perlu diberi ruang untuk bersosialisasi dengan masyarakat, mengenal lingkungan, dan berinteraksi langsung dengan alam,” tambahnya.

Fajar juga mendorong agar anak-anak diarahkan pada berbagai aktivitas positif, seperti pendidikan agama, pengenalan kebudayaan, serta kegiatan olahraga.

Ia berharap Komdigi tidak hanya membuat aturan pembatasan, tetapi juga menggandeng kementerian teknis lainnya untuk menyediakan ruang dan program positif yang dapat mengembangkan keterampilan anak.

“Dengan begitu, waktu anak tidak hanya dihabiskan di dunia digital, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang membangun karakter serta perkembangan mereka,” pungkas Fajar. (mhn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *