oleh

FORNAS VI Sumsel 2022, Songsong Indonesia Bugar Bermental Juara

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Kemeriahan rangkaian pelaksanaan FORNAS VI 2021 Sumatera Selatan 2022 telah dibuka secara resmi, Jumat, (1/7/2022) malam. Disamping diisi dengan berbagai perlombaan diberbagai INORGA, pelaksanaan FORNAS VI juga diisi dengan Seminar Nasional Indonesia Bugar 2045.

Seminar dengan tema “Peran Strategis Olahraga Masyarakat Dalam Menyongsong Indonesia Bugar 2045” dilaksanakan secara luring dan daring. Diikuti para Ketua Umum INORGA se-Indonesia dan perwakilan Ketua KORMI se-Indonesia.

Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Nasional, Hayono Isman, katakan untuk pertama kalinya FORNAS dihadiri 34 provinsi Indonesia dan pertama kalinya diikuti peserta terbanyak. Tercatat dalam FORNAS sistem nasional terdapat 12.200 pendaftar. Dan saat ini telah hadir 9.000 pegiat olahraga.

“Dibandingkan event olahraga lainnya, Kita luar biasa, kita murah tapi kita bukan murahan karena kita ingin memastikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bugar terutama saat memperingati 100 tahun Indonesia Merdeka,” ungkapnya saat membuka seminar ini.

Suyono tuturkan FORNAS terlaksana atas Sinergi pemerintah pusat dan Pemprov Sumsel didukung publik dalam hal ini sponsor. Dengan total APBN dan APBD 17 M, yaitu biaya yang lebih murah dibandingkan event olahraga lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi karena banyak juga dari pegiat olahraga yang datang dengan biaya sendiri. Olahraga masyarakat tidak boleh dipandang remeh, kita memang tidak seglamour olahraga prestasi, yang kita ingin meningkatkan tumbuhnya rasa cinta dan semangat berolahraga yang didukung berbagai pihak khususnya pemerintah,” katanya.

Suyono katakan olahraga masyarakat harus dibina dan didukung untuk menjadikan olahraga masyarakat ini menjadi kegiatan yang terukur dan teratur. Karena kita ingin menjadi bangsa yang bugar dan dapat bersaing dengan SDM luar negeri.

“Kita harus berprestasi bukan hanya olahraga tapi segala bidang, ayo olahraga sehat bugar, gembira, produktif, dan kompetitif. PON dan FORNAS berbeda, di FORNAS tidak ada juara umum tetapi ada ranking. Karena ranking perwujudan dari kompetitif,”katanya. (ojn/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *