oleh

Pemkot Palembang: Hasil Rapat dengan Wagub, ODP Palembang di Wisma Atlet

//Jubir Gugus Tugas Sumsel: Seharusnya Palembang Miliki Tempat Karantina Khusus

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Polemik Pemerintah Kota Palembang tidak memiliki tempat Karantina Khusus, padahal Kota Palembang penyumbang pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan OTG (Orang Tanpa Gejala) terbanyak dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Hal itu disampaikan Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa. Menurut dia, sebenarnya pernah dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bahwa pasien Covid-19 yang berasal dari Kota Palembang diisolasi atau dikarantina di Wisma Atlet, Jakabaring, milik Pemprov Sumsel.

“Sebenarnya Pemkot Palembang sudah ada Jubir Covid-19, yaitu Kadinkes (Ayus Astoni) dan Kadin Kominfo (Edison). Mengenai yang ditanyakan, setahu saya hasil rapat dengan Wagub Sumsel (Ketua ODP Center Covid-19 Sumsel), (tempat Karantina Khusus Kota Palembang) saja saja untuk ODP di Wisma Atlet Jakabaring. Penanganan yang lain ada 3 RS rujukan sesuai keputusan Menteri, dan 13 RS second line Keputusan Gubernur,” kata Ratu Dewa kepada Berita Rakyat Sumatera.

Walau dikatakan penanganan pasien Covid-19 Kota Palembang sama saja tempatnya dengan Pemprov Sumsel di Wisma Atlet Jakabaring, namun Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengirim surat kepada Walikota Palembang Harnojoyo berupa surat rekomendasi agar dibuatkan tempat Karantina Khusus untuk penanganan pasien Covid-19 yang berasal dari Kota Palembang.

“Pasien terbanyak dari Kota Palembang, begitupula ODP, dan PDP. Tapi, sayang Kota Palembang belum ada tempat Karantina Khusus. Sebab, rumah atau tempat karantina khusus itu sangat penting. Sambil menunggu hasil Swab Test, kalau sudah dikarantina khusus, akan membuat keluarganya aman. Tapi kalau tidak dikarantina khusus khawatir akan menular kepada banyak orang, terutama keluarga dan tetangga yang sering berinteraksi,” kata Yusri, yang menekankan sebaiknya Palembang mempunyai tempat Karantina Khusus.

Tidak adanya tempat Karantina Khusus milik Pemerintah Kota Palembang mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyakarat dan para wartawan senior. Intinya, mendesak Walikota Palembang dan jajaran pejabat Pemkot Palembang untuk serius mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran Coronavirus Covid-19 dan pasien Covid-19, salah satunya disediakan tempat Karantina Khusus agar penyakit ini tidak menyebar, terlebih Palembang sudah ditetapkan Zona Merah penyebaran Covid-19 dan sudah mengusulkan kenaikan status menjadi PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.(asm/ray)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *