oleh

Pemprov Sumsel Ikuti Rakornis Percepatan Pencegahan Anak Stunting

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir. Yohannes H. Toruan, M.Sc mengikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis “Membangun dan Memperkuat Komitmen dalam Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)”

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin meminta agar koordinasi antar lembaga dapat dilakukan dengan lebih efektif agar collaborative working dan konvergensi anggaran dapat terwujud, sehingga penanganan stunting menjadi lebih terstruktur dan terukur.

Mengatasi masalah stunting atau kerdil di Indonesia butuh kerja sama antar kementerian dan lembaga, maupun pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin pada saat membuka acara Rapat Koordinasi  Teknis Membangun dan Memperkuat Komitmen dalam Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)

Wapres  menekankan, stunting di Indonesia bersifat multidimensi, mulai dari aspek kesehatan, sanitasi, keluarga, bahkan hingga perumahan. Kerja sama yang intens untuk mengatasi itu pun perlu dilakukan.

Ma’ruf menambahkan, diperlukan adanya konvergensi anggaran untuk itu, sebab anggaran penanganan stunting tersebar di berbagai lembaga.

Menko PMK Muhadjir Effendy melaporkan bahwa Kemenko PMK mendapat arahan dari Presiden untuk mengkaji penanganan stunting sehingga penurunan angkanya dapat sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati katakan Pengerdilan adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak di bawah 5 tahun karena kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai dalam 1.000 hari pertama kehidupan mereka. (ojn/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *