oleh

Ditengah Wabah Dunia, Sekolah Rencana Dibuka.

//FSGI: Khawatir para korban akan pergi ke sekolah

Jakarta, BeritaRakyatSumatera – Federasi Serikat Guru Indonesia menyatakan keprihatinan bahwa siswa dan guru akan menjadi korban wabah COVID-19 jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk membuka sekolah pada pertengahan Juli dilakukan.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan meragukan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tampaknya tidak selaras dengan penanganan korona.

“Jika Anda ingin membuka sekolah di tahun ajaran baru, oke itu kabar baik. Tetapi [data] harus benar-benar [benar], yang [wilayah] berwarna hijau, kuning, merah, ”katanya dikutip dari situs online, Sabtu (9/5)).

Pembukaan sekolah harus disinkronkan dengan data kasus dan distribusi Corona di setiap wilayah.

Jangan sampai, lanjutnya, ketika siswa dan guru kembali beraktifitas ternyata menjadi area di bawah pengawasan.

“Yah, saya khawatir, para korban akan pergi ke sekolah, nanti siswa dan guru,” katanya.

Dia lebih lanjut menilai bahwa ada sejumlah hal lain yang perlu dipertimbangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pembukaan sekolah. Misalnya mengatur implementasi teknis Penerimaan Siswa Baru (PPDB).

Satriwan mengingatkan bahwa tahun ajaran baru tidak akan mungkin terjadi tanpa PPDB. Dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, sekolah sering menerima antrian orang tua siswa baru meskipun pendaftaran dilakukan secara online.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga harus memperhatikan infrastruktur pendukung untuk menangani korona di sekolah. Ini berarti bahwa sebelum sekolah dibuka, peralatan seperti sabun cuci, pembersih tangan dan masker harus disiapkan.

Menurutnya, sekolah bahkan perlu memiliki alat pelindung diri (APD) di setiap Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa mereka berencana untuk membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. Namun, ini hanya berlaku untuk sekolah-sekolah di daerah yang sudah aman secara korona. (jekki / bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *