oleh

DPR RI: Pelatihan Manajerial Usaha Ultra Mikro untuk Jaga Kesinambungan Pemulihan Ekonomi

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Wabah pandemi Covid-19 telah berdampak pada keberlangsungan pelaku usaha ultra mikro maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 94,69 persen pelaku usaha ultra mikro dan UMKM mengalami penurunan penjualan sejak pandemi.

Bahkan, survei ini menyebut 49,01 persen pelaku usaha ultra mikro telah mengalami penurunan penjualan lebih dari 75 persen. Oleh karena itu, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendukung kesinambungan pemulihan ekonomi melalui pelatihan manajerial untuk pelaku usaha ultra mikro di Kabupaten Karawang yang diselenggarakan Senin (26/10/2020) lalu.

“Pemerintah telah menggelontorkan berbagai stimulus bagi sektor usaha dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mulai dari subsidi bunga kredit, restrukturisasi kredit, penjaminan kredit, hingga Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang khusus menyasar kebutuhan pembiayaan bagi segmen ultra mikro. Akan tetapi, saya yakin pelaku usaha juga perlu dukungan dari sisi pengelolaan bisnis, baik berupa pelatihan manajerial, pembukuan, maupun akses pemasaran produk,” ujar Puteri melalui keterangan tertulisnya yang diterima Parlementaria, Jumat (30/10/2020).

Dalam rangka mendorong pembiayaan untuk segmen usaha ultra mikro, Pemerintah telah membentuk Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP) sebagai unit yang bertugas dalam mengoordinasikan pembiayaan kepada lembaga penyalur pembiayaan, seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, dan koperasi.

Pada kesempatan ini, BLU PIP mengundang pemateri yang berlatar belakang sebagai pelaku UMKM yang usahanya signifikan berkembang, untuk memberikan bekal dan motivasi terkait penguatan mental kewirausahaan, teknik pemasaran, hingga pengelolaan dan pembukuan keuangan. Acara pelatihan yang diikuti oleh 30 pelaku usaha ultra mikro di Kabupaten Karawang ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Dengan adanya kombinasi antara dukungan pembiayaan dan pelatihan manajerial, saya harap pelaku usaha ultra mikro dapat segera bangkit. Selanjutnya, akses pemasaran adalah salah satu elemen krusial yang juga perlu didukung oleh BLU PIP. Sebab, selain akses pembiayaan, selama ini mereka juga mengalami kesulitan untuk menjangkau pangsa pasarnya, apalagi di tengah kondisi pandemi,” ungkap Puteri.

Berdasarkan data yang disampaikan Direktur Pengelolaan Aset Piutang BLU PIP Mohd. Zeky Arifudin, total nasabah yang mendapatkan pembiayaan telah mencapai 3,1 juta penerima manfaat, di mana nasabah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 420 ribu dan, secara spesifik, 21 ribu penerima manfaat di Kabupaten Karawang.

“PIP berusaha memberikan berbagai model pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, termasuk fasilitas pelatihan dan pendampingan. Pelatihan ini diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan kemampuan kewirausahaan. Harapannya, kemandirian ekonomi pelaku usaha dan kesinambungan bisnisnya menjadi lebih baik,” ungkap Zeky.

Adapun kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat Djoko Hendratto, serta perwakilan dari PNM dan Pegadaian selaku lembaga penyalur pembiayaan usaha ultra mikro yang memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan. (rma/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *