oleh

Gubernur Herman Deru: Beri Sembako dan Sosialisasi Dulu, Barulah PSBB

//Setelah Gubernur Setujui Perwali, PSBB Dimulai H+2 Idulfitri hingga 14 Hari

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang dan Kota Prabumulih perlu dibuatkan Peraturan Walikota (Perwali), kemudian Perwali itu perlu mendapat persetujuan Gubernur Sumsel. Bila disetujui, maka penerapan PSBB di Kota Palembang dan Kota Prabumulih diperkirakan mulai diberlakukan H+2 setelah lebaran Idulfitri 1441 Hijriyah.

Demikian disampaikan dalam Press Conference Gubernur Sumsel Herman Deru, bersama Walikota Palembang Harnojoyo, Walikota Prabumulih Ridho Yahya, serta Forkompimda Sumsel, Rabu (13/5/2020).

“PSBB ini akan diberlakukan usai lebaran H+2. Tahapan saat ini sosialisasi sekitar 4 hari, kemudian pemberian bantuan Sembako untuk warga yang terdampak. Barulah kita lakukan penerapan PSBB selama masa inbukasi,” kata Gubernur Herman Deru.

Selain sosialisasi dan pemberian Sembako, Walikota Palembang dan Walikota Prabumulih juga diminta menyiapkan Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur tentang PSBB di lapangan selama satu pekan. “Kalau sudah ada Perwali yang disetujui Gubernur, maka PSBB akan diterapkan dalam waktu 14 hari selama masa inkubasi terpanjang. Bila dianggap masih perlu, bisa diperpanjang. Tapi bila perkembangan Coronavirus Covid-19 sudah menurun, PSBB akan distop,” kata Gubernur.

Sebelum memberlakukan PSBB, Gubernur Herman Deru ingin melihat secara detail isi Perwali dua Walikota tersebut. Sebab, detail Perwali itu sangat berpengaruh kepada rakyat. Nah, setelah melihat Perwali dianggap sudah memenuhi berbagai aspek tertuang didalamnya, maka Gubernur akan menandatangani sebagai bentuk persetujuan untuk pemberlakukan PSBB di dua kota dalam Provinsi Sumsel tersebut.

“Kita akan melihat semua aspek. Silakan Walikota Palembang dan Walikota Prabumulih menyiapkan Peraturan Walikota dan sosialisasi terlebih dahulu, data warga yang terdampak untuk menerima Sembako. Berikanlah Sembako kepada warga yang terdampak. Pemberian Sembako harus tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat,” kata Gubernur.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi mengumumkan bahwa dua kota dalam Provinsi Sumatera Selatan yang direkomendasi mengajukan PSBB disetujui Menteri Kesehatan. Gubernur minta Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kota Prabumulih beserta masyarakat siap menerima putusan tersebut.

“Rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, melanjutkan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat terkait pengajuan PSBB untuk Kota Palembang dan Kota Prabumulih telah disetujui. Untuk itu, selaku Gubernur saya minta Pemkot Palembang dan Pemkot Prabumulih beserta masyarakat harus siap menerima dan melaksanakan PSBB ini. Sebab, PSBB ini lahir dan diusulkan oleh masyarakat dan pemerintah kota untuk kepentingan kita bersama,” kata Gubernur Herman Deru dibincangi Berita Rakyat Sumatera, Selasa malam (12/5/2020).

Keputusan Menteri Kesehatan menjawab rekomendasi Gubernur Sumsel Herman Deru, dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan, No: HK.01.07/Menkes/306/2020 untuk PSBB Kota Prabumulih, dan Keputusan Menteri Keputusan Menteri Kesehatan, No: HK.01.07/Menkes/307/2020 untuk PSBB Kota Palembang. “Besok (Rabu, 13 Mei 2020) akan kita press conference bersama dua Walikota (Palembang dan Prabumulih). Pemberlakukan PSBB ini selama masa inkubasi (14 hari), bila dipandang perlu akan diperpanjang namun bila diyakini tidak perlu lagi, PSBB hanya masa inkubasi,” kata Gubernur menegaskan.

Keberhasilan melawan penyebaran Coronavirus Covid-19 di Sumatera Selatan, lanjut Herman Deru, sangat tergantung dengan keseriusan Pemerintah Daerah dan masyarakat. Bila cepat kita lawan Covid-19 ini, mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19, InsyaAllah kita akan lepas dari virus ini,” ujar Deru bersemangat.

Dengan ditetapkannya PSBB di dua kota di Sumsel ini, Gubernur minta Walikota membuat Peraturan Kepala Daerah (Perkasa) atau Peraturan Walikota (Perwali) untuk melihat semua aspek sebelum PSBB benar-benar diberlakukan.

“Walikota Palembang dan Walikota Prabumulih segera siapkan Perkada (Peraturan Kepala Daerah) atau Perwali (Peraturan Walikota) akan ditindaklanjuti oleh persetujuan Gubernur Sumsel. Setelah dilihat semua aspek dan disetujui Gubernur, barulah PSBB diberlakukan. Saya yakin kita semua akan berhasil melewati masa pandemi ini dengan sama-sama berjuang melawan Covid-19,” kata Gubernur. (asm/ras/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *