oleh

Gubernur Sumsel: Palembang dan Prabumulih Resmi Ajukan PSBB 

//Instruksikan Sekda Sumsel Lakukan Kajian, Terpenuhi atau Belum Syaratnya

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan bahwa dua kota di Sumsel yaitu Palembang dan Prabumulih yang sebelumnya berstatus Zona Merah Covid-19 sudah resmi mengajukan usulan naik level PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Namun, Gubernur minta Sekda Sumsel Nasrun Umar untuk mengkaji apakah kedua kota ini sudah memenuhi syarat atau belum untuk diajukan status PSBB kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini kepada Menteri Kesehatan.

“Saya sudah menerima dua pengajuan PSBB, yaitu Kota Palembang dan Kota Prabumulih. Saya sudah intruksikan ke Sekda untuk menganalisa (mengkaji), syaratnya untuk mengajukan ke Kemenkes sudah terpenuhi atau belum. Jika terpunuhi saya lanjutkan,” kata Gubernur Herman Deru, dalam sebuah acara, seperti dilansir tim Humas Pemprov Sumsel.

Gubernur mengatakan, kemarin memang sempat terjadi kenaikan yang signifikan jumlah warga positif terjangkit Coronavirus Covid-19 di Sumsel, namun hari ini nihil alias nol. Data sebelumnya ada 29 warga positif Covid-19. Namun, hari ini hasil Swab Test tidak ada yang positif. Untuk se-Sumatera Selatan total positif Covid-19 mencapai 185 orang. Untuk yang sembuh mengalami penambahan 7 orang, hingga total yang sembuh menjadi 43 orang.

“Kalau kita bicara kemarin, semua orang menjadi terkejut karena ada 29 positif Covid-19 dan ini kenaikan yang mendadak, tadinya kenaikan itu hanya pada angka-angka di bawah angka 10,” katanya.

Namun, lanjutnya kembali mengingatkan semua orang untuk jangan terkejut ada kenaikan yang drastis. Sebab, belakangan ini dirinya mengaku telah mengintrusikan kepada seluruh Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten/Kota se-Sumsel untuk lebih aktif dan agresif memeriksa Swab Test.

“Jadi jangan terkejut jika ada kenaikan yang drastis. Karena saya intuksikan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota untuk aktif dan agresif memeriksa Swab. Sebab, ada beberpa kali kejadian Rapid Test itu agak kurang akurat. Ada yang positif di Rapid Test, tapi ternyata negatif di laboratorium, begitu juga sebaliknya. Maka saya Rapid Test itu tetap digunakan seikhlasnya orang mau berapa diperiksa, tetapi kepada Faskes saya intruksikan untuk setiap ada indikasi itu Swab dan bawa kelaboratorium,” ujar Deru menegaskan.

Menurutnya, animo masyarakat Sumsel untuk melakukan Faskes sebenarnya luar biasa, artinya kesadaran diri masyarakat luar biasa untuk diperiksa.

“Ini animo yang tinggi dari masyarakat, jadi kita harus hormati juga. Jadi masyarakat ini bukan karena mereka ditemukan tapi animo. Ada kesadaran sendiri dari mereka datang ke Faskes untuk diperiksa meskipun OTG. Ini juga yang membuat saya bangga,” kata Deru.

Disamping itu, kasus di Sumsel dengan ketingkatan kematian yang rendah, artinya dari ribuan ODP sampai dengan selesai dikarantina, hanya 4 yang meninggal di Sumsel. “Artinya sering saya sampaikan kepada masyarakat kita harus optimis karena korona ini bisa disembuhkan. Virus ini yang rawan adalah orang-orang yang punya penyakit bawaan. Kalau dikelompokan ada tiga kelompok, yaitu positif berat komplikasi, positif berat, positif dengan gejala ringan bahkan tanpa gejala,” ujar mantan Gubernur OKU Timur dua periode itu.

Sekda Sumsel Nasrun Umar kepada wartawan, juga disampaikannya di Medsos, mengatakan bahwa berkas pengajuan PSBB sedang dalam kajian. “Kajian ini kami segerakan, hasilnya nanti kami lapor Gubernur, apakah akan direkomendasikan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini kepada Menteri Kesehatan atau belum, segera kami sampaikan hasilnya,” kata Sekda. (asm/ras/hms/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *