oleh

Idul Fitri, Santan Mengancam Kesehatan…Ini Cara Menghindari Kolesterol

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Masakan lebaran benar-benar menggoda. Tetapi biasanya mengandung banyak santan yang mengancam kesehatan.

Setyani dari Mayapada Hospital Nutritionist yang dikutip dari Cable News Network Indonesia mengatakan, hidangan Idul Fitri biasanya memiliki serat rendah, lemak tinggi, karbohidrat dan kue-kue gula tinggi, sehingga kombinasi hidangan Idul Fitri berisiko meningkatkan berat badan dan risiko penyakit lain seperti penyakit jantung dan diabetes terutama jika tidak disertai dengan olahraga dan aktivitas fisik yang cukup. Apalagi jika dikonsumsi dalam waktu lama.

Nah, agar terhindar dari bahaya lebaran Setyani menyarankan tips berikut.

1. Makan sesuai porsi jangan berlebihan

Mengenal pribadi dan kesehatan masing-masing. Jika Anda tahu bahwa makan sedikit santan dapat membuat kolesterol naik maka jangan mencoba memakannya, terutama dengan alasan “setahun sekali.”

Bagi Anda yang tidak memiliki masalah dengan penyakit bawaan, alias sehat, masih tidak disarankan untuk ceroboh. Porsi makanan yang dimakan juga harus sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh.

Secara umum, Kementerian Kesehatan merekomendasikan bahwa tingkat konsumsi normal untuk gula adalah 54gr (4sdm), 2000 mg garam natrium (1 sdt) dan 72 gr (5sdm) lemak / minyak untuk semua asupan makanan per hari.

Berdasarkan Tabel Komposisi Makanan Indonesia, 100 gram kue nastar mengandung 512 kalori kalori, 16 gram protein, 24,5 gram lemak, dan 57 gram karbohidrat. Sedangkan 100gr castor mengandung 406kkal kalori, protein 18gr, 20,6 lemak, dan karbohidrat 38gr.

Sedangkan 100 gram kue salju mengandung 359,5 kkal kalori, 17 gram protein, 18,5 gram lemak, dan 44 gram karbohidrat. Rata-rata 1 toples kue berisi 250 gram kue-kue dan kebutuhan kalori rata-rata pria dewasa berusia 19-49 tahun adalah 2550-2650 kkal per hari dan wanita dewasa usia 19-49 tahun adalah 2150-2250 kkal per hari.

“Jadi jika kita menghabiskan 1 toples kue (250gr), (sendiri), kalori akan sangat berlebihan jika dibandingkan dengan kebutuhan kita sehari-hari. Belum lagi ditambah dengan hidangan Idul Fitri lainnya,” kata Setyani.

2. Makan sayur

Salah satu kejahatan makanan bersantan adalah karena beberapa alasan.

Itu semua karena makanannya tidak seimbang, tinggi lemak, rendah karbohidrat dan serat. ”

Karena itu, setelah mengonsumsi santan dan makanan berkalori tinggi harus diimbangi dengan asupan serat yang tinggi, terutama dari sayuran.

3. Makan buah

Kandungan serat juga ditemukan dalam buah. Tetapi dibandingkan dengan sayuran, jumlah kalori buah sedikit lebih tinggi daripada sayuran karena kandungan gulanya.

“Beberapa buah yang disarankan untuk dimakan adalah pepaya, buah naga, semangka, melon, jeruk,” katanya.

Yang tidak boleh dimakan adalah durian, nangka, pisang karena kandungan karbohidrat dan kalorinya yang tinggi.

4. Olahraga

Meskipun saat ini direkomendasikan untuk tinggal di rumah, ini tidak berarti berbaring sepanjang waktu atau duduk sepanjang hari karena WFH.

Bergerak setiap beberapa menit, berolahraga di pagi hari di rumah dapat membantu menjaga tubuh Anda bugar dan menjaga berat badan. Apalagi setelah ngemil kue dan makanan lezat khas Idul Fitri.

Malas bergerak dan makan banyak menjadi salah satu penyebab bertambahnya berat badan setelah Lebaran.

4. Minimalkan pemanasan makanan kelapa

Santan sendiri tidak mengandung kolesterol, tetapi mengandung asam lemak dan trigliserida yang dapat dibakar oleh tubuh. Tetapi jika santan diproses untuk waktu yang lama dan dihangatkan, lemak yang terkandung dalam santan berubah menjadi lemak jenuh. Ketahuilah sendiri bahwa rata-rata makanan Indonesia dihangatkan semakin rasanya enak dan semakin meresap bumbu, tetapi di satu sisi itu menjadi berbahaya.

Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh. Jumlah LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak. Sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Jika harus dipanaskan, panaskan seminimal mungkin dan jangan sampai membentuk lapisan minyak di atasnya.

5. Minumlah air yang cukup

Di sore yang panas, ngemil kue adalah minuman soda dingin, teh, atau bahkan kopi yang paling enak yang sekarang menjadi tren.

Agar kesehatan tidak terganggu dan lingkar pinggang tidak membesar, kurangi minuman manis dan perbanyak minum air putih. (jekki/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *