oleh

Kabupaten PALI, Balita Anak Seorang Dokter Positif Covid-19 Berdasarkan Rapid Test

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Kabupaten Pali kembali ada tambahan 6 orang Positif Covid-19 bedasar kan rapid tes, Mirisnya lagi dari 6 orang tersebut ada seorang bayi yang juga terpapar Covid-19 yang hasilnya juga berdasarkan rapid tes.

Seorang bayi tersebut di ketahui dari sumber berita rakyat sumatera di kecamatan tanabang adalah anak seorang dokter dan berusia 4 tahun, namun aneh nya, dr wanita itu sendiri tidak terpapar covid-19, “Sebenar nya kami pun heran anak tersebut terpapar oleh siapa, karna orang tua nya negatip.” ujar nya.

Di tambahkan dari sumber tersebut bahwa semua petugas puskesmas kecamatan tanabang sebanyak 200 orang telah di lakukan rapid test.

Sumber tersebut mengatakan terkadang hasil rapid tidak begitu akurat, terbukti beberapa waktu yang lalu ada warga yang positip dan juga di karantina, namun setelah swab tes ternyata hasilnya negatif. Namun sampai sekarang sepertinya rapid tes tetap menjadi rujukan utama dalam Pendekteksian dini Virus Covid-19.

Dan Menurut dr Zamir selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, setelah dilakukan rapid tes terhadap tenaga medis yang ada di Puskesmas Tanah Abang terdeteksi 6 orang perawat dan satu balita reaktif.

Berdasarkan temuan itu, tim gugus tugas langsung mengevakuasi 6 perawat tersebut untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Talang Ubi.

“Tadi malam satu perawat dikarantina di SLB PALI, dan siang ini menyusul 4 perawat lainnya  masuk ruang isolasi SLB. Dan satu perawat lagi kita baru akan evakuasi karena hasilnya siang ini baru dapat diketahui. Sedangkan  Untuk Balita, diisolasi mandiri di rumahnya, karena alasan masih kecil,” kata dr Zamir.

Dengan teridentifikasi kasus tersebut, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 PALI menutup sementara pelayanan di Puskesmas Tanah Abang untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

“Kami sterilkan puskesmas Tanah Abang dengan menutup sementara pelayanan yang tidak darurat selama 14 hari, namun pelayanan gawat darurat tetap masih dibuka. Pelayanan sementara dialihkan ke Puskesmas Abab dan Penukal,” ujarnya.

Saat ini ada 12 orang dinkarantina di SLB, Dan Semua warga yang reaktif sudah dilakukan pengambilan sampel untuk swab tes, yang mudah-mudahan hasilnya negatif,” timpalnya.

dr Zamir mengimbau warga Tanah Abang untuk menjaga kesehatan supaya imun tubuh tetap kuat dan tidak usah panik juga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, hindari kerumunan serta selalu memakai masker apabila keluar rumah.

Sementara di tempat terpisah oktaf Riady mantan ketua PWI sumatera selatan, Yang juga pengamat Pemberitaan Covid-19 Indonesia, menyatakan sangat Prihatin kalau sampai tenaga medis terpapar Virus Covid-19.

Oktap berharap hasil tes swab nya cepat keluar, karena kalau hasilnya Positif berdasarkan swab test, maka segera lakukan tracing/penyisiran kepada semua orang yang berhubungan dengan mereka, apa lagi perawat bekerja di ruang public yang berhubungan langsung dengan orang yang berobat di puskesmas, bisa gawat apabila hasil swab itest tu tidak di cepatkan. (hki/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *