oleh

Bupati OKU Timur Di Saat Daerah Nya Dilanda Covid-19 Justru Kumpulkan Warga Di Kediaman Nya Buat Hajatan  

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Bupati Ogan Komering Ulu Timur tak indahkan protocol Covid-19, Hal ini terlihat dengan berkumpulnya puluhan orang di kediaman bupati dalam rangka yasinan, dan berkumpulnya kerumunan masa tersebut mendapat sorotan dari masyarakat.

“Gawat Pak, tolong untuk di beritakan, ini saya kirim bukti video nya, Bupati kami kumpulkan orang orang di kediaman nya, ujar warga memberikan informasih kepada dapur redaksi berita rakyat  sumatera via wa”

Informasih yang di berikan masyarakat tersebut ternyata benar, dan semalam memang sepertinya ada acara di kediaman bupati Kabupaten Ogan Komring Ulu Timur, Nampak terlihat jelas di Video.

Dari Video yang di tonton terlihat  banyak  orang yang keluar dari gerbang rumah bupati, sembari meneteng takiran (buah tangan), dan terlihat juga banyak orang orang yang tidak mengunakan Masker.

Dan saat ini Kondisi perkembangan terkini Covid-19 di kabupaten oku timur saat ini ada, 8 orang Positif terinfeksi,PDP 13 Orang, ODP 359 Orang,OTG 223 Orang, dalam Perawatan 7 Orang dan yang Meniggal 1 Orang .

Di tempat terpisah ”Sangat Miris jika seorang kepala daerah tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, Seharusnya kepala daerah tidak melakukan hal yang seperti ini, karna dapat membahayakan rakyat yang di pimpinnya,Kalau ternyata dari banyak orang di sana ada orang tanpa gejala,tidak menutup kemungkinan akan menulari yang lainya.”, ujar oktaf ketua pembelaan wartawan/advokasi PWI pusat.

“Oktaf menambahkan, di saat masyarakat yang lain di minta untuk melakukan Physical Distancing,dan di anjurkan untuk berdiam diri di rumah, Justru bupati melakukan hal yang berbeda, dan kejadian yang seperti ini sangat kita sesalkan, karna bupati sebagai kepala daerah seharus nya mengayomi dan memberi cintoh baik kepada masyarakat nya”.

“Kalau yang melakukan itu adalah Oknum Polisi atau Tentara pasti sudah Copot jabatan nya, seperti yang terjadi di banyak berita yang beredar luas di tenggah masyarakat,Namun karna yang melakukan adalah kepala daerah,Saya belum melihat dan membaca sangsi yang pernah di berikan Kementerian dalam negeri.ujar oktaf pengamat pemberitaan Covid-19 Indonesia”. (hmi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *