oleh

Dana Bansos Covid-19 Rawan Di Korupsi, Satu Daerah Sudah Dalam Penyidikan, Harga Supermi Di Permainkan

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Banyak yang mengatakan bahwa saat ini Paling Rawan adalah pengelolaan dana bansos, karna dana nya besar dan barang nya habis pakai, Namun Sial bagi satu daerah Covid belum berakhir daerah nya sudah ketahuan bermain dan saat ini dalam penyidikan Polisi, berikut ulasan nya.

Corona Sebuah virus yang tak punya akal apa lagi untuk di identifikasi apakah jenis virus ini jantan atau betina, Virus ini mulai timbul di tahun 2019, sehingga di beri nama Covid-19.

Dampak Covid-19 yang paling patal adalah meninggal nya manusia karna terinfeksi Virus SARS-CoV-2 yang menyerang lebih banyak ke Paru-Paru Manusia, apalagi kalau manusia yang terinfeksi oleh virus tersebut sudah ada penyakit yang lain, sehingga menimbulkan Komplikasi yang Patal.

Namun saat ini di tengah Pademi Badai Covid-19  melanda Indonesia, masih ada manusia yang lebih kejam dari Covid itu Sendiri, kalau Si Covid-19 nyata nyata tidak mempunyai akal dan pikiran, manusia sebaliknya mempunyai akal dan pikiran.

Dengan akal dan pikiran itulah kekejaman manusia keluar melebihi si covid-19, di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan untuk di bantu selamat dari Covid-19. Justru manusia yang di beri oleh Allah sebuah jabatan dan kewenangan berbuat sebalik nya.

Ada Saja Pemimpin yang di berikan amanah oleh Allah, Justru menyimpangkan jabatan nya. Dengan Sadar dia tau bahwa RAKYAT yang di pimpin nya membutukan Sembako, untuk bertahan hidup, berdiam diri dirumah, menghindar dari Covid-19, namun tidak semua rakyat miskin mendapatkan bantuan Pemerintah Daerah.

Saat ini mungkin masih Ada Pemimpin yang maling uang rakyat dengan modus, memark up jumlah sembako atau  di mark up harga sembakonya, bisa jadi di besar kan pembeliaan alat kesehatan, masker, Rapid test dan APD (dlm jumlah nya) dan semua yang berkaitan dengan Covid-19 termasuk bermain di dana sosialisasi, juga dana penyemprotan disinfektan, makan minum, Dan juga Perawatan pasien Covid-19.

Ilustrasi Koruptor Covid-19.

Namun tidak semua pemimpin yang melakukan hal kotor di atas, masih banyak pemimpin yang sadar bahwa jabatan nya akan di pertanggung jwaab kan di akhirat, masih banyak pemimpin yang sadar bahwa uang hasil korupsi nya tidak akan di bawa mati.

Dan ada juga Pemimpin yang mengetahui hadist yang Sohe, bahwa ketika uang hasil maling itu tidak dapat menjadik amal sekalipun uang itu di gunakan untuk beramal, bahkan ketika uang hasil korupsi itu di gunakan untuk beramal, maka akan menjadi tabungan baginya  menuju neraka, hadist Bukhari-muslim.

Allhamdulilah sampai sejauh ini Para kepala daerah juga stakeholder terkait Covid-19 di sumatera selatan menurut haji Oktaf Riady mantan ketua PWI Sumsel belum ada yang menjadi tersangka atau masuk keranah hukum, muda mudahan tetap tidak ada.ujar oka sembari membaca kasus korupsi Bulu Kumba.

Dilansir rubrik.co.id saat ini Kepolisian Resor Bulukumba menemukan adanya tindakan korupsi pada penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dalam rangka penangan Covid-19 di Bulukumba.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta saat menggelar konfrensi pers di Aula Polres Bulukumba.

Dalam kasus ini, Kata Gany sapaan polisi berpangkat dua bunga di pundaknya itu, telah terjadi mark up anggaran pada pengadaan bahan pokok yang telah dibagikan kepada 5000 Kepala Keluarga (KK) di Bulukumba.

Dari Rp 1,9 Miliar yang bersumber dari APBD Bulukumba untuk bantuan sosial penanganan Covid-19, polisi menemukan kerugian negara Rp 450 juta.

”Ada niatan orang-orang dalam pelaksanaan kegiatan di Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba ini yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian negara Rp 400 lebih, dari anggaran sebesar Rp 1,9 Miliar,” kata Gany.

Gany melanjutkan dalam bantuan sembako tersebut,Gany yang didampingi Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bery Juana Putra , menyebutkan ada item atau bagian tertentu yang berpotensi merugikan negara. (edd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *