oleh

Octaf Riadi: PSBB Jangan Hanya Status, Ikuti Pemberian Sembako dan Penanganan Covid

//Sihat Judin: Kasihan Ketua RT, Mendata Ratusan Warga tapi Bantuan hanya 6 Karung Beras

//Eddy Rianto: Alihkan Dana Infrastruktur untuk Pencegahan Covid-19

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Usulan kenaikan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Palembang dan Kota Prabumulih mendapat tanggapan beragam dari warga Sumsel. Tokoh Pers Sumatera Selatan, Ocktaf Riadi, meminta PSBB jangan hanya status, tetapi harus diikuti pemberian Sembako dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita harap PSBB bukan sekadar status, tetapi benar-benar harus disiapkan dampak dari PSBB, misalnya persiapan pemberian Sembako kepada masyarakat miskin lama dan miskin baru akibat dampak Covid-19,” kata Ocktaf berapi-api.

Menurut Ocktaf, kenaikan status Zona Merah ke PSBB benar-benar harus diperhatikan kesiapan pemberian bantuan untuk warga yang tidak mampu. “Bukan sekadar imbauan Kerja Dari Rumah atau Work From Home (WFH) tetapi bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan benar-benar harus dipikirkan. WFH itu lebih mudah diterapkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai perusahaan, namun untuk masyarakat umum yang bekerja harian di pasar-pasar atau jalanan akan sulit diterapkan. Kalau pekerja harian lepas juga dipaksa tinggal di rumah tanpa diberi bantuan. Waduh, kito lah miskin dak pacak begerak, beras dak dienjuk, dem-dem,” ujar mantan Ketua PWI Sumsel itu.

Menurut Ocktaf, warga di pasar-pasar dibiarkan bekerja mencari makan, namun harus diperiksa kesehatannya dan wajib mengikuti prosedur penanganan Covid-19 untuk memutus mata rantai. “Siapkan pengecek suhu tubuh, juga sosialisasi agar mereka memakai masker, menjaga jarak aman. Tim yang datang ke pasar-pasar, bukan melarang mereka ke pasar. Saya kira itu penting dilakukan agar penanangan Covid-19 benar-benar terstruktur dan langsung ke masyarakat di lapangan,” ujar Ocktaf memberi saran.

Kritik membangun juga disampaikan oleh Sihat Judin, warga Palembang yang juga Tokoh Pers Sumatera Selatan, menceritakan keadaan di rumah Ketua RT yang didatangi warga yang menanyakan bantuan Sembako dari Pemkot Palembang. “Ada cerita yang menyedihkan, keluh kesah Ketua RT. Beliau disuruh mendata masyarakat miskin, tapi bukan data penerima bantuan yang lama dari PKH dan Penerima Bantuan Non Tunai (PBNT) Sembako, melainkan data miskin baru atau miskin karena terdampak Covid-19,” kata Sihat bercerita.

Setelah masyarakat miskin baru didata, didapat ratusan nama Kepala Keluarga (KK). “Setelah dapat informasi akan ada bantuan Sembako datang dari Kelurahan, sang Ketua RT memberi tahu warga untuk datang ke rumahnya. Setelah datang bantuan, ternyata datang 6 karung beras dengan isi masing-masing 10 Kilogram. Ketua RT ngomong dengan wong Kelurahan, bawalah bantuan ini kalau cuma 6 karung, sebab yang datang ini ratusan KK. Siapa yang diberi siapa juga yang tidak. Khawatir ribut saja, tolong bawa lagi saja bantuan ini ke kelurahan,” ujar Sihat menceritakan kisah Ketua RT tadi.

Namun, lanjut Pimpinan Redaksi Kabar Rakyat (Group Berita Rakyat Sumatera) itu, utusan Kelurahan tak mau membawa lagi bantuan tersebut. “Bapak aturlah, kami dak tau cakmano ngaturnyo. Yang penting bantuan ini sudah kami sampaikan, tolong tandatangani Tando Terimo ini, kemudian pihak kelurahan cepat-cepat pergi meninggalkan Ketua RT itu. Ini ‘kan fenomena yang harus dicarikan jalan pemecahannya. Sebab, kalau ini benar terjadi di banyak RT, akan kasihan Ketua RT tersebut. Kita saksikan di media sosial, di daerah-daerah lain bahkan ada yang sampai berantem Ketua RT dan warganya. Kita berharap kasus seperti ini tidak terjadi,” kata Sihat.

Terkait permasalahan yang dihadapi Kota Palembang dan Kota Prabumulih, mantan Anggota DPRD Sumatera Selatan, Eddy Rianto, juga memberi saran agar Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kota Prabumulih mengalihkan anggaran infrastruktur untuk penanangan Covid-19. “Sesuai arahan Presiden dan Menteri Keuangan, untuk menambah anggaran penanangan Covid-19 di daerah, dapat dialihkan anggaran infrastruktur. Kenapa terkesan tidak mau mengalihkan anggaran infrastruktur untuk penanangan Covid-19 ini?,” ujar Eddy Rianto bertanya-tanya.

Pengalihan anggaran infrastruktur untuk penanganan Covid-19, lanjut Direktur Berita Rakyat Sumatera itu, tidak menjadi masalah karena semua untuk kepentingan rakyat. “Pembangunan infrastruktur itu bagus dan penting. Tetapi, penanganan Covid-19 di tengah wabah ini juga sangat penting, urgent (mendesak). Tujuannya agar penanganan Covid-19 di dua kota yang sudah Zona Merah itu dapat lebih efektif,” kata Eddy.

Sebelumnya, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa membawa berkas usulan PSBB untuk Kota Palembang yang sudah ditandatangani oleh Walikota Harnojoyo. Begitu juga dengan Walikota Prabumulih Ridho Yahya sudah resmi mengusulkan PSBB kepada Menteri Kesehatan, melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Usulan itu, bila disetujui akan diberlakukan beberapa hari ke depan.

“Kota Palembang resmi mengusulkan PSBB kepada Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Sumsel. Usulan ini karena sebaran Covid-19 di Kota Palembang makin banyak dan terjadi peningkatan jumlah warga yang positif Covid-19, PDP, ODP, dan OTG,” kata Ratu Dewa ketika menyerahkan berkas kepada Sekda Sumsel, Nasrun Umar.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, Happy Tedjo. Menurut Tedjo, Walikota Prabumulih Ridho Yahya sudah resmi mengusulkan PSBB kepada Pemprov Sumsel untuk diteruskan kepada Menteri Kesehatan RI. “Jumlah PDP bertambah, makanya PSBB resmi diusulkan, dan sudah kami antarkan kepada Pemprov Sumsel,” kata Tedjo.

Kesiapan tempat ODP di Kota Prabumulih, lanjut Tedjo, sudah disiapkan matang oleh Pemkot Prabumulih dan Satgas Covid-19. “Untuk ODP disiapkan 4 RS di Prabumulih, termasuk RSUD ruang 5 VVIP dan 4 VIP untuk PDP ringan dan ODP yang positif. Rusunawa untuk OTG ini belum aktif. Wisma Atlet sudah disiapkan untuk menampung dan tempat isolasi, namun untuk sementara orang yang akan diisolasi masih kurang,” kata Tedjo dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera. (asm/ras/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *