oleh

Penanganan Covid Pemerintah Jangan Terkesan Seremoni, Tak Menutup Kemungkinan Ada Jilid 3 PSBB

//Jekkifirli: Kalau pola nya sama seperti kemarin maka tetap saja akan terjadi lonjakan orang terpapar Covid-19 di kota Palembang.

//Oktaf Riadi: Saya sangat prihatin dengan kondisi Penyebaran Covid-19 di kota Palembang.

//Hidayat Comsu: Pertanyakan APBD 4 Triliun, Rakyat dapat mati kelaparan.

Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah kota Palembang sudah memperpanjang PSBB sampai 14 hari lagi kedepan, hal ini di ungkapkan langsung oleh walikota Palembang.

“Ya kita akan memperpanjang PSBB, hal ini dasari di antaranya oleh kajiaan akademis Fakultas kesehatan univesrtias sriwajaya.”

Wali Kota H Harnojoyo mengatakan bahwa pihaknya memperpanjang PSBB Palembang. Menurut Wako, angka penularan atau reproduksi efektif (RT) Covid-19 di Palembang menurun dari 1,29 menjadi 0,92 selama PSBB pertama. Wako bahkan ingin penurunan di bawah 0,5 setelah PSBB kedua. “Kami akan lanjutkan PSBB kedua di Kota Palembang,” ungkap Harnojoyo usai memimpin rapat evaluasi PSBB Palembang di rumah dinasnya.

Walikota Palembang menerangkan, “Tim gugus tugas akan mengunakan pola baru atau jemput bola, kalau kemarin tim gugus tugas kota palembang focus pada cek point tetapi kedepan kita akan jemput bola terjun langsung ke masyarakat dan mendatangi pusat keramaiaan untuk menyampaikan tentang protocol kesehatan.” ujar Harno Joyo walikota Palembang.

Setelah di umum kan nya Perpanjangan PSBB di kota Palembang banyak mendapat tangapan dari berbagai elemen masyarakat, salah satuya seorang mahasiswa jeki firli memberikan tangapan komentar terkait perpanjangan PSBB, ”Kalau pola nya sama seperti kemarin maka tetap saja akan terjadi lonjakan orang terpapar Covid-19 di kota Palembang.” ujar jekki, mahasiswa di Sumatera Selatan.

jekki, mahasiswa di Sumatera Selatan. (Photo: ist).

“Cek point itu bukan hanya mengantisipasi masyarakat yang masuk kota Palembang, megetes suhu badanya atau orang yang berkendara dalam satu mobil, tidak boleh duduk di depan berdua, padahal mereka satu rumah, tapi harus dilakukan dengan sistemik dan masif,dan pemerintah kota palembang jangan terlihat/terkesan seremoni dalam penangan Covid-19, usahakan  bagaimana mobilitas masyarakat dapat di tekan  agar masyarakat displin berdiam diri di rumah.” lanjut Jekki.

Hal yang sama di ungkapkan Pengamat pemberitaan Covid Indonesia Oktaf Riadi ”Saya sangat prihatin dengan kondisi Penyebaran Covid-19 di kota Palembang, Setiap hari semakin meningkat jumlah orang terinfeksi Covid-19.”

“Seandainya Pemerintah dan gugus tugas kota palembang, lebih gencar melakukan tracking kepada seluruh masyarakat yang berhubungan dengan pasien Covid-19, saya yakin angka Orang yang terpapar/terinfeksi virus ini jauh akan lebih besar dari data saat ini.” kata Oktaf.

“Apalagi baru baru ini di temukan ada dua pedagang di dua pasar yang berbeda Positif Covid-19, tentunya kasus ini semakin rumit, karna pemerintah maupun tim tentunya tidak dapat mentracking Pembeli mana saja yang telah berhubungan dengan mereka.” lanjut Oktaf.

Melihat kondisi Penyebaran Covid-19 yang semakin tidak terkendali di kota Palembang Oktaf yang juga Ketua Advokasi/Pembelaan PWI pusat, memberikan masukan kepada Pemerintah kota Palembang.

(kanan) Pengamat pemberitaan Covid Indonesia, Oktaf Riadi. (Photo: berasa).

“Untuk 14 hari ini, yang harus di lakukan Pemerintah adalah berusaha semaksimal mungkin agar warga kota Palembang melakukan semua kegiatan dari rumah, dan kalau pun keluar rumah, memang ada keperluan yang sangat mendesak.” ujar oktaf berapi api.

Saat ini Virus SARS-CoV2 menyebar di kota Palembang dari orang ke orang, (Penyebaran local) Oleh karnanya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus, Pemerintah di minta untuk menginstruksikan masyarakat harus disiplin berdiam di rumah semasa PSBB.

“Namun Konsekwensi dari pemberlakuaan himbauan/anjuran tersebut haruslah di barengi dengan pemberian sembako, terutama bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang  berhenti dari pekerjaan nya akibat efek Covid-19.” ujar Oktaf menutup konfirmasi berita rakyat sumatera.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh masyarakat kota Palembang ,Hidayat Comsu mengatakan kesiapan pemerintah Kota Palembang dalam menghadapi dan memutus mata rantai Covid 19 dinilai setengah hati.

Hal ini dibuktikan sarana dan prasarana yang disediakan oleh Pemkot Palembang Belum ada. Contoh Rumah sakit rujukan yang disediakan Pemkot Palembang di mana? Ini menjadi pertanyaan.

Tokoh masyarakat kota Palembang ,Hidayat Comsu. (Photo: ist).

“Kesiapan Pemkot Palembang dalam membantu bahan pokok untuk orang miskin terdampak Covid-19 masih belum merata. Dari 1.600.000 orang penduduk Kota Palembang, hanya disediakan 40 ribu paket sembako, ini berarti satu RT bisa dapat 10 paket, bahkan saya baca di media ada yang dapat cuma 3 paket dari dinsos. Sementara masyararakat yang terdampak Covid 19 mencapai ratusan ribu orang.” ujar Comsu.

Comsu menambahkan “padahal APBD kota Palembang lumayan bersar, lebih dari 4 triliun, dan beberapa waktun lalu pemerintah Pusat sudah mengeluarkan peraturan melalui menteri keuangan untuk di lakukan Pengalihan dana guna Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Dampak Covid-19 bagi masyarakat.”

“Kemana Duit APBD yang besar itu, ada angka nya saja? atau di pergunakan hanya untuk Pembayaran Pembangunan Infrastruktur.” ucap Comsu bertanya.

Kalau Penanganan Covid masih mengunakan gaya/pola sebelumnya Comsu Pesimis angka penyebaran Covid di kota Palembang dapat di tekan/hentikan, bahkan tak menutup kemungkinan akan ada PSBB jilid tiga.

“Pemerintah kota Palembang tidak mengimbangi dengan Pembagiaan sembako yang merata, berapa banyak rakyat dapat berdiam diri di rumah selama 14 hari, Rakyat butuh makan, oleh karna nya mereka keluar rumah untuk mencari pekerjaan, Kalau mereka berdiam di rumah rakyat bisa mati karna kelaparan.” Ujar Comsu menekan kan.

“Satu satu jalan, saat ini yang bisa di lakukan oleh pemerintah kota Palembang agar tidak kelihatan Covid-19 ini berkembang terus adalah dengan tidak melakukan tes Covid-19 ke Pada Warganya,atau melakukan tes Covid dengan jumlah yang sedikit terhadap masyarakat kota palembang, Namun saya berharap itu tidak terjadi.” ujar Comsu menerangkan pemikiran nya. (edd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *