oleh

Tak Disangka, Lubuklinggau Terbanyak ke-2 Covid, Berpotensi Naik Status Zona Merah

//Survei Berhasil dan Tanggap Cegah Covid: Gubernur Herman Deru No.7, Walikota Lubuklinggau Malah Tak Masuk 20 Besar

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Kasus positif terjangkit Coronavirus Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah enam orang lagi. Dari 6 positif Covid baru itu, rinciannya dari Palembang 2 orang, Lubuklinggau 2 orang, dan Musi Rawas 2 orang. Dengan terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Lubuklinggau, kota berjuluk Sebiduk Semare tersebut berpotensi naik status ke transmisi lokal atau Zona Merah.

Kasus terkonfirmasi positif se-Sumatera Selatan sebanyak 156 kasus. Peringkat teratas diduduki Kota Palembang dengan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 90 kasus positif, namun tak disangka posisi kedua disusul Kota Lubuklinggau sebanyak 15 kasus, kemudian Kota Prabumulih sebanyak 12 kasus, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sebanyak 10 kasus.

Tiga daerah, yaitu Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kabupaten OKU sudah dinyatakan Zona Merah. Sedangkan posisi kedua terbanyak positif Covid-19 yaitu Kota Lubuklinggau belum dinyatakan Zona Merah.

Pemimpin daerah Lubuklinggau sebelumnya sempat beredar di medsos bahwa nama Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe atau akrab disapa Nanan masuk No.6 besar pemimpin daerah yang dikategorikan berhasil dan sigap menangani Covid-19 di daerah. Tapi, dalam survei yang dikeluarkan oleh sebuah situs nasional, tidak terdapat nama Nanan (Walikota Lubuklinggau), bahkan dalam posisi 20 besar pun tidak ada. Justru yang masuk dari Sumatera Selatan hanya Gubernur Sumsel Herman Deru berada pada urutan No.7 besar secara nasional.

Sementara, data Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan, pasien positif Covid-19 dari Kota Lubuklinggau hari ini bertambah 2 pasien lagi, sehingga totalnya menjadi 15 postif Covid-19, posisi kedua terbanyak se-Sumsel. Bahkan, jumlahnya berada di atas dua daerah Zona Merah, Prabumulih dan OKU. Dengan terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Lubuklinggau, daerah yang dipimpin Walikota SN Prana Putra Sohe itu berpotensi naik level menjadi Zona Merah.

“Bila sudah ada penularan dari sumber tertular yang kedua. Contohnya, A menularkan ke B, dan B menularkab ke C. Nah, itu adanya penularan lokal generasi ke-2 dan ke-3, dalam peta ditandai warna merah,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan, Yusri, kepada Berita Rakyat Sumatera.

Menurut Yusri, status Kota Lubuklinggau apakah Zona Merah atau belum tergantung keputusan Pemerintah Kota Lubuklinggau, namun dari kasus yang terkonfirmasi positif, Kota Lubuklinggau trennya terus bertambah.

“Positif itu tergantung daerah. Sebab, kalau sudah disebut Zona Merah ada yang mengasumsikan sudah parah dan tidak terkendali. Padahal, warna peta sebagai tanda transmisi atau penularan lokal. Linggau itu sumber penularannya diperkirakan masih satu sumber. Tapi, kalau keluarganya tertular dari anggota rumah yang didapat dari orang lain, maka itulah sudah disebut kategori transmisi lokal, artinya sama saja sudah berstatus Zona Merah,” kata Yusri menegaskan.

Dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera, Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Kesehatan, mengatakan bahwa persoalan transmisi lokal atau status Zona Merah masih dibahas oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19. “Transmisi lokal masih terus dipecahkan,” kata Kabid P2P Dinkes Kota Lubuklinggau, dr.Jeanita.(asm/ras)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *